Home Balikpapan Besok, Aksi Bela Islam di Depan Kantor DPRD, Buntut Tulisan Prof Budi Santosa

Besok, Aksi Bela Islam di Depan Kantor DPRD, Buntut Tulisan Prof Budi Santosa

SHARE
Besok, Aksi Bela Islam di Depan Kantor DPRD, Buntut Tulisan Prof Budi Santosa

lintaskaltim.com, BALIKPAPAN - Umat muslim di Balikpapan bakal menggelar aksi di depan Kantor DPRD Kota Balikpapan pada Jumat (13/5). Aksi tersebut buntut dari tindakan Islamophobia yang dilakukan oleh Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Prof Budi Santosa Purwokartiko di akun facebooknya.

Rencananya aksi demo tersebut akan dilakukan dengan cara long march dari Masjid Agung At Taqwa menuju Kantor DPRD Kota Balikpapan. Ratusan massa yang rencananya hadir ini menuntut pemerintah ikut bersikap dalam memerangi Islamophobia di Balikpapan.

"Umat muslim di Balikpapan akan menggelorakan aksi bela islam, perang terhadap Islamophobia," kata Penanggung Jawab Aksi, Abdul Rais pada Kamis (12/5).

Tindakan Budi Santosa sendiri dinilai mengandung ujaran kebencian lewat tulisan di akun facebooknya. Tindakan tersebut bukan kali pertama dilakukan Budi Santosa, sebelumnya ia juga pernah mengunggah status di facebooknya terkait wanita berhijab yang menolak untuk bersalaman dengan dosen pembimbingnya.

Disatu sisi, saat ini memang marak dihembuskan oleh orang atau sekelompok komunitas pembenci Islam di Indonesia. Bahkan sebelumnya Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan pada tanggal 15 Maret adalah Hari Internasional Memerangi Islamophobia.

"Tugas kita memerangi Islamophobia. Jangan ada narasi, tindakan, ujaran kebencian, penghinaan, penistaan dan berkembang Islamophobia ini di Kaltim umumnya. Kota Balikpapan yang punya motto Madinatul Iman harus kondusif," ungkapnya.

Untuk diketahui, Prof Budi Santosa mengunggah tulisan di akun facebooknya yang menyebut perempuan bertudung (berhijab) ala manusia gurun. Tulisan inilah yang menimbulkan reaksi dari masyarakat khususnya umat muslim. Termasuk mahasiswa ITK yang telah menggelar demo di kampusnya untuk menuntut Prof Budi Santosa mundur dari jabatannya serta memberikan klarifikasi secara terbuka.