Home Kriminal Kasus Penganiayaan Atlet Muaythai, Ketua Cabor : Bisa Berdampak Pada Persiapan Porprov

Kasus Penganiayaan Atlet Muaythai, Ketua Cabor : Bisa Berdampak Pada Persiapan Porprov

SHARE
Kasus Penganiayaan Atlet Muaythai, Ketua Cabor : Bisa Berdampak Pada Persiapan Porprov

lintaskaltim.com, BALIKPAPAN - Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap atlet Muaythai berprestasi asal Balikpapan bernama Muhammad Nur Fadhillah turut disesalkan oleh Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Muaythai Balikpapan, Reza Alexander. Sebab korban dan terduga pelaku cukup berkontribusi dalam cabor Muaythai Kota Balikpapan.

Reza yang juga mendampingi keduanya di Polsek Balikpapan Utara pasca kejadian pada Selasa (12/4) mengatakan bahwa sejatinya permasalahan ini adalah internal antara kedua belah pihak. 

"Itu kan sebenarnya masalah internal camp antara mantan guru dengan murid yang kebetulan cabor tidak tahu menahu soal kejadian itu. Cuma saya kan kenal baik sama korban dan pelaku," tuturnya saat dihubungi pada Rabu (13/4).

Reza mengatakan akibat kejadian tersebut bisa berdampak pada persiapan cabor menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kaltim di Berau. Sebab pelaku berinisial HP ini juga salah satu pelatih Muaythai Balikpapan. Terlebih, HP merupakan pengurus camp Balikpapan Fight Club (BFC), yang juga mewadahi atlet-atlet Muaythai di Balikpapan.

"HP ini kan salah satu pelatih juga, terdaftar namanya. Nah atletnya di BFC ini komunikasinya dengan dia dan dia yang pegang. Nah saya bingung juga, karena atlet yang dari dia ini seperti apa. Jadi ini terdampak pada persiapan Porprov. Karena yang jelas dari camp BFC itu ada beberapa atlet yang sudah terdaftar, khawatirnya bisa nggak jadi ikut," jelasnya.

Mau tak mau dirinya tengah mempersiapkan opsi kedua bila kasus ini terus berlanjut. Yakni membuka peluang bagi atlet cadangan untuk mengisi kuota dalam persiapan Porprov VII Kaltim di Berau. 

"Ya kami menyiasatinya perekrutan atlet cadangan lagi mau nggak mau. Ini lagi kami bahas terlebih dahulu," tuturnya.

Reza berharap kasus ini segera menempuh jalur damai, hanya saja pihak korban masih ingin melanjutkan proses hukum. Sedangkan terduga pelaku menurut Reza mau meminta maaf kepada korban. Reza pun ikut berupaya agar keduanya bisa berdamai dan korban mencabut laporannya.

"Makanya kehadiran saya di Polsek kemarin itu apakah ada jalan keluar, karena dampaknya juga cukup lumayan ke cabor. Kami coba upayakan berdamai, cuma korban masih panas jadi kemarin masih belum. Sementara pelaku ini mau aja meminta maaf.
Ya semoga aja kasus ini segera selesai lah dan korban mau cabut laporan," tandasnya.