Home Kriminal Modus Tawarkan Batu Delima Sakti, Komplotan Penipu di Samarinda Diringkus

Modus Tawarkan Batu Delima Sakti, Komplotan Penipu di Samarinda Diringkus

SHARE
Modus Tawarkan Batu Delima Sakti, Komplotan Penipu di Samarinda Diringkus

lintaskaltim.com, SAMARINDA - Komplotan penipu di Samarinda diringkus polisi saat akan beraksi pada Rabu (13/4) sekira pukul 11.00 wita. Empat orang pria bernama Andi Arul (44), M Rusli (39), Hasriadi (20) dan Rival (21) diamankan ke Polsek Sungai Pinang.

 

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat bernama Hj Wati, jika dirinya telah dihipnotis (gendam) di dalam sebuah angkot warna merah trayek B di Jalan Pemuda Kecamatan Sungai Pinang sekitar pukul 14.00 Wita pada Februari 2022.

 

"Korban diajak keliling dari Pasar Pagi hingga ke Jalan Pemuda," kata Kapolsek Sungai Pinang, AKP Noordianto.

 

Komplotan penipu ini menggunakan modus menawarkan batu merah delima sakti yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Yakni, pelaku menyewa sebuah angkot yang dikemudikan oleh Rival dan mendapatkan sasarannya (korban) di Pasar Pagi, sementara tiga rekannya mengendarai mobil mereka Daihatsu Xenia KT 1573 LA warna hitam.


"Kemudian satu persatu pelaku ini naik ke angkot dan pura-pura tidak saling mengenal. Setelah itu mereka pun menjalankan peran masing-masing," ujarnya.

 

Di dalam angkot tersebut Andi Arul berperan sebagai ahli pengobatan alternatif menawarkan batu sakti tersebut kepada calon korbannya. Kemudian M Rusli berperan sebagai mediator yang meyakinkan korbannya. Sementara Hasriadi berperan sebagai sopir angkot.

 

"Pelaku lainnya membuat korban yakin dengan bujuk rayunya. Kalau batu ini obat diatas segala obat, juga bisa menambah rezeki. Kemudian pelaku lain berkata supaya obatnya lebih manjur harus mensucikan perhiasan, karena katanya penyakit ini ada dua yaitu dari tubuh dan barang bawaan," jelasnya.

 

Setelah korban terperangkap dalam tipu muslihatnya, para pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan korban di dalam angkot tersebut. Pelaku melarikan diri menggunakan mobil yang dikemudikan Rival.

 

"Korban kehilangan emas yang diambil 12 gelang ukuran besar dan kecil, serta tiga cincin dengan kerugian sekitar Rp80 juta," tuturnya.

 

Korban pun melapor ke Polsek Sungai Pinang dan langsung melakukan penyelidikan terhadap para pelaku. Hingga akhirnya pada Selasa (12/4) pukul 11.00 wita keempat pelaku berhasil diamankan di Jalan Panglima Batur Kelurahan Pelabuhan Kecamatan Samarinda Kota.


"Saat itu mereka mau mencari sasaran lagi, dan kami amankan barang bukti berupa mobil xenia KT 1573 LA warna hitam, batu mustika merah delima, amplop coklat kumal berisi 6 gelang imitasi, tiga pecahan Rp 1000 dan dua pecahan Rp 500 rupiah, dua buah baut dan pecahan batu," ungkapnya.

 

Dari hasil pengembangan petugas, emas yang diambil dari korban tersebut telah dijual. Noordianto mengatakan komplotan penipu ini sudah menjalankan aksinya di berbagai TKP, baik di Samarinda, Balikpapan maupun luar daerah lainnya. Beberapa pelaku merupakan residivis kasus yang sama.

"Pelaku ini residivis, dan sudah beraksi di beberapa daerah lainnya. Saat ini masih kami dalami lagi," pungkasnya.