Home Balikpapan Siap-Siap Lonjakan Mudik, ini Yang Dilakukan Pelni Balikpapan

Siap-Siap Lonjakan Mudik, ini Yang Dilakukan Pelni Balikpapan

SHARE
Siap-Siap Lonjakan Mudik, ini Yang Dilakukan Pelni Balikpapan

lintaskaltim.com, BALIKPAPAN - Pemudik diprediksi melonjak tahun ini. Hal ini dikarenakan kebijakan pemerintah yang memperbolehkan masyarakat untuk melaksanakan mudik Lebaran tahun 2022 ini. Terlebih dalam dua tahun terakhir masyarakat sempat dilarang ataupun dibatasi untuk mudik.

Kepala PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Balikpapan, Purwadi memprediksi lonjakan itu akan terjadi jelang lebaran ini. Sehingga, untuk mengantisipasi hal tersebut Pelni menambah kunjungan kapal terutama untuk rute Balikpapan-Surabaya dan sebaliknya.

"Kami akan menambah kunjungan kapal. Nantinya hampir dua hari sekali ada kapal dari Balikpapan ke Surabaya selama angkutan lebaran 2022 ini. Kita prioritaskan yang ke sana, karena setiap mudik yang banyak ya ke daerah Jawa," katanya.

Saat ini terdapat tiga armada yang berlabuh ke pelabuhan Semayang Balikpapan. Yakni KM Bukit Siguntang dan Lambelu dengan kapasitas 2.003 penumpang, serta KM Labobar dengan kapasitas 3.084 penumpang. Rencananya Pelni akan menambah armada agar mengakomodir penumpang.

"Kita lihat situasi dan kondisinya dulu. Rencananya sesuai arahan dari kantor pusat ada penambahan dua armada yang menyinggahi Pelabuhan Semayang," tuturnya.

Namun pantauan dari media ini, tingkat pengunjung atau pemudik di Pelabuhan Semayang masih belum ramai. Hal ini dikarenakan masih memasuki masa awal ramadan. Lonjakan diprediksi akan terjadi pada satu pekan sebelum lebaran.

"Biasanya itu seminggu sebelum lebaran baru kelihatan itu lonjakannya. Kalau sekarang masih sepi, belum terlalu ramai," ungkapnya.

Ditanya soal kebijakan syarat pemudik, Purwadi menyesuaikan aturan terbaru dari Pemerintah. Yakni bagi penumpang yang sudah vaksin dosis ketiga atau booster tidak perlu menyertakan hasil negatif Antigen atau PCR. Namun bagi mereka yang sudah vaksin dosis kedua, wajib menyertakan hasil negatif antigen 1x24 jam atau PCR negatif 3x24 jam.

"Sementara yang baru dosis kesatu wajib PCR," tandasnya.