Home Kriminal Solar Subsidi Untuk Nelayan Manggar Diselewengkan, Polisi Tangkap Dua Orang Pelaku

Solar Subsidi Untuk Nelayan Manggar Diselewengkan, Polisi Tangkap Dua Orang Pelaku

SHARE
Solar Subsidi Untuk Nelayan Manggar Diselewengkan, Polisi Tangkap Dua Orang Pelaku

lintaskaltim.com, BALIKPAPAN - Seorang lansia berinisial THA (68) dan pria paruh baya berinisial KMR (42) diringkus Satreskrim Polresta Balikpapan bersama Polsek Balikpapan Timur baru-baru ini. Keduanya diamankan lantaran kedapatan menyelewengkan solar subsidi untuk nelayan.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol V Thirdy Hadmiarso mengatakan, pengungkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat bahwa sering terjadinya transaksi dan penyalahgunaan pengangkutan bahan bakar minyak di kawasan Balikpapan Timur. Dari situ, Polsek Balikpapan Timur bersama Satreksrim Polresta Balikpapan melakukan penyelidikan.

Pada Rabu (13/4) sekira pukul 12.30 wita, polisi mencurigai satu unit kendaraan jenis Kijang kapsul berwarna biru yang dikemudikan tersangka THA. Polisi pun langsung melakukan pemeriksaan dan penggeledahan mobil. Benar saja, ditemukan 5 jeriken berisi 150 liter solar subsidi.

"Di dalam mobil, anggota menemukan 5 jeriken berisikan solar subsidi sebanyak 150 liter. Solar tersebut didapat dari tersangka lainnya berinisial KMR," kata Thirdy pada saat press rilis di Mapolresta Balikpapan pada Kamis (21/4).

Polisi pun langsung melakukan pengembangan kasus ini. Hasilnya seorang pria berinisial KMR diamankan lantaran memberikan solar subsidi kepada THA. Rupanya modus yang digunakan keduanya yakni KMR berperan sebagai pembeli solar subsidi di SPBBN Manggar lantaran memiliki surat rekomendasi dari pemerintah dalam mendapatkan solar subsidi untuk nelayan. 

"Pelaku ini (KMR) punya surat rekomendasi pengisian BBM untuk nelayan. Surat rekomendasi itu asli, namun disalahgunakan. Seharusnya untuk nelayan namun diperdagangkan di eceran," tutur Thirdy.

Dari keterangan tersangka KMR, ia membeli solar subsidi tersebut sebanyak 150 liter per hari dengan harga per liternya sebesar Rp5.150. Guna mendapatkan keuntungan lebih, KMR menjual solar subsidi tersebut secara eceran dengan harga Rp9.500.

'Dari pengakuannya aktivitas ini sudah dijalani sekitar tiga bulan. Ini masih kami proses pengembangan terhadap kasus ini, apakah ada oknum dari SPBBN yang terlibat atau tidak," bebernya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka terancam dijerat Pasal Yang bersangkutan kita kenakan Pasal 40 ayat 9 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja tentang penyalahgunaan dan atau niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan atau ligued petroleum gas yang disubsidi pemerintah akan dipidana penjara paling banyak 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 milliar.