Alhamdulillah, Sampah Berkurang 49 Ton

Alhamdulillah, Sampah Berkurang 49 Ton

Kepala DLH Balikpapan, Suryanto

Pasca Ditetapkan Perwali nomor 8 Tahun 2018 tentang Larangan Penggunaan Kantong Plastik

LintasKaltim, Balikpapan- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mengklaim, dalam satu bulan terakhir atau tepatnya setelah diberlakukannya larangan kantong plastik di seluruh retail modern, sampah mulai berkurang sekira 49 ton.

Seoerti diketahui, berdasarkan Perwali nomor 8 Tahun 2018 tentang Larangan Penggunaan Kantong Plastik, seluruh pasar modern dilarang menyediakan kompek plastik kepada pembeli. Perwali tersebut diberlakukan per 1 Juli 2018 lalu. Kepala DLH Balikpapan, Suryanto mengatakan, sampah plastik yang berasal dari pasar retail modern cukup tinggi. Namun sejak diberlakukannya Perwali no 8, sampah plastik berkurang.

"Alhamdulillah, efek dari pemberlakuan Perwali tersebut sudh terlihat. Sejauh ini sampah sudah berkurang, " kata Suryanto, Selasa (14/8).

Dia mengaku, belum menghitung secara detail berapa jumlah sampah platik saat ini. Akan tetapi, dia mengklaim secara umum sampah mulai berkurang hingga 49 ton setelah adanya perwali sampah tesebut.

"Realistisnya belum mengetahui pasti berapa jumlah samlah plastik saat ini. Tapi secara umum sampah berkurang sekira 49 ton," ujarnya.

Namun demikian, Suryanto tidak dapat memungkiri sampah plastik dihasilkan dari pasar tradisional lebih banyak dibandingkan retail modern, sehingga dipastikan Balikpapan belum bebes dari sampah kantong plastik.

"Sehingga upaya memerangi sampah kantong plastik kini masih menjadi PR kami. Walaupun kurun dekat perwali nomor 8 tersebut akan diubah menjadi sebuah Perda dan akan disusun bersama DPRD tahun 2019 mendatang," ungkapnya. 

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Baharuddin Daeng Lalla mengatakan, Perwali nomor 8 tahun 2018 tentang larangan kantong plastik itu alan ditingkatkan menjadi Perda.

"Ini akan kami upayakan dan bakal masuk dalam program legislatif tahun 2019 yang saat ini masih tahap penyusunan," kata Baharuddin. (tim)

Dipost Oleh admin 2

Post Terkait

Tinggalkan Komentar