Anak-Anak SLBN di Ajarkan Pendidikan Berkarakter

Anak-Anak SLBN  di Ajarkan Pendidikan Berkarakter

Kegiatan OCDay di SLBN Balikpapan, Kamis (1/11) Berlansung Meriah.

LintasKaltim, Balikpapan - Ambil bagian dalam program Outdoor Classroom Day (OCDay) atau Hari Belajar di Luar Kelas, siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Balikpapan unjuk kemampuan dalam berbagai permainan tradisional, Jumat (1/11) pagi di SLBN Balikpapan, Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan. 

Di hadapan, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil Informasi dan Partisipasi Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Lies Rosdianty dan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikapan, Muhamin serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Sri Wahyuningsih, siswa berkebutuhan khusus ini, memamerkan ketangkasannya dengan dipandu guru masing-masing.

Permainan seperti Dakon atau Congklak, Enggrang serta permainan lagu "ular naga panjangnya bukan kepalang berhasil mereka taklukkan. Meksi harus diulang beberapa kali karena anak-anak ini memiliki keterbatasan khusus.

"Pola pendidikan permainan tradisional seperti ini, sangat membantu para siswa nanti jika sudah terjun di masyarakat. Selain itu belajar diluar kelas seperti ini tidak membosankan. Seperti arahan Bapak Presiden, sebaiknya minimal 60 persen belajar di luar kelas," kata Lies Rosdianty dihadapan awak media.

Kegiatan OCDay ini lanjut Lies, tidak hanya dilaksanakan di Indonesia, melainkan seluruh seluruh dunia. Ini merupakan  kali kedua Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan yang mengangkat tema Anak Senang, Guru Senang dan Orang Tua Bahagia itu.

"Indonesia sudah dua kali ikut OCDay dan pada 2017 lalu peringkat terbaik kedua setelah Inggris. Predikat itu diraih karena banyak sekolah di Indonesia yang melaksanakan OCDay dengan tema yang beragam. Terlebih juga menekankan pendidikan karakter ke anak-anak peserta didik," ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian PPPA juga telah membuat pedoman dalam memberikan pendidikan dan hak anak lainnya sehingga sekolah benar-benar ramah anak.

"Tapi itu disesuaikan karena tidak bisa disamakan antara sekolah umum dengan luar biasa," ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Balikpapan, Sri Wahyuningsih mengatakan, konsep pembelajaran diluar kelas ini sangat menyenangkan. Apalagi selama ini pembelajaran di sekolah cukup memberatkan dan ditambah lagi dengan pekerjaan rumah yang diberikan ke peserta didik.

"Tapi sekarang sudah ada konsep pembelajaran yang menyenangkan. Konsep itu dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, namun disesuaikan dengan kondisi setiap satuan pendidikan," katanya.

Pada kesempatan ini, Yuyun juga mengingatkan anak-anak berkebutuhan khusus untuk selalu menerapkan 5S yakni Salam, Senyum, Sapa, Sopan dan Santun.

"Ini bagian dari pendidikan karakter. Termasuk juga permainan tradisional," imbuhnya.

Sementara, Kepala SLBN Balikpapan, Mulyono mengatakan, anak-anak didiknya merasa senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan belajar diluar kelas ini.

"Hari ini anak-anak terlihat sangat senang. Mudahan ini bisa menjadi bekal mereka untuk kemudian hari bisa terjun di lingkungan masyarakat," tandasnya. (tim)

Dipost Oleh admin 2

Post Terkait

Tinggalkan Komentar