Ekonomi Balikpapan Akhir Tahun 2018 di Prediksi Membaik

Ekonomi Balikpapan Akhir Tahun 2018 di Prediksi Membaik
LINTASKALTIM, Balikpapan--Perekonomian Balikpapan pada 2018 diperkirakan tumbuh membaik didorong sektor Industri Pengolahan, PHR, Pertambangan dan sektor konstruksi. Pemimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan Suharman Tabrani mengatakan, beberapa hal yang menjadi pendorong yaitu (a) peningkatan produksi industri pengolahan yang ditopang oleh berakhirnya masa maintenance Pertamina RU V pada tahun 2018 sehingga kapasitas produksi dapat lebih optimal, (b) kinerja pertambangan diperkirakan meningkat yang disebabkan peningkatan produksi dan membaiknya harga batubara. "Kinerja sektor PHR yang diperkirakan membaik didorong oleh geliat sektor pertambangan yang tercermin dari peningkatan tingkat okupansi hotel dan perbaikan daya beli pada 2018," kata Suharman pada Jumat (21/09/2018). Adapun pada Agustus 2018, Kota Balikpapan mencatat deflasi IHK sebesar -0,02% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 1,03% (mtm). Inflasi bulan ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata inflasi bulan Agustus selama 3 tahun terakhir sebesar -0,35% (mtm). "Secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan mencatatkan angka sebesar 4,77% (yoy) atau lebih tinggi dari nasional sebesar 3,20% (yoy) dan Kalimantan Timur sebesar 3,87% (yoy)," katanya. Sedangkan inflasi Kota Balikpapan secara kumulatf sebesar 3,56% (ytd) lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 2,13 (ytd) dan Kalimantan Timur sebesar 3,29% (ytd). "Perkembangan harga sampai dengan minggu ketiga September 2018 berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan oleh Bank Indonesi Balikpapan menunjukkan penurunan dibandingkan bulan Agustus 2018," ujarnya lagi. Strategi pengendalian inflasi terus dioptimalkan oleh TPID Kota Balikpapan yaitu melalui pelaksanaan program hasil HLM TPID Kota Balikpapan pada Juli 2018 yaitu (1) Melakukan Diskusi Peningkatan Tarif Angkutan Udara bersama dengan Angkasa Pura I, Garuda Indonesia dan Lion Grup; (2) Melakukan pemantauan harga dan sidak pasar bersama Satgas Pangan; (3) Melakukan koordinasi akselerasi operasional kios penyeimbang di Pasar Klandasan; (4) Melakukan stabilisasi harga melalui Bulog untuk komoditas pangan strategis terutama beras. (Ken)

Dipost Oleh admin 2

Post Terkait

Tinggalkan Komentar