Ini Hasil Investigasi KNKT Soal Kerusakan Pipa dan Polusi Minyak di Teluk Balikpapan

Ini Hasil Investigasi KNKT Soal Kerusakan Pipa dan Polusi Minyak di Teluk Balikpapan

KNKT Laporkan Hasil Investigasi Kerusakan Pipa dan Polusi Minyak di Teluk Balikpapan, Kamis (14/3)

LintasKaltim.com, Balikpapan - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan laporan final Investigasi kerusakan pipa dan polusi minyak yang terjadi di perairan teluk Balikpapan.

Laporan yang disampaikan di aula Kantor Wali Kota Balikpapan ini dihadiri langsung oleh Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Kepala BPBD Kaltim Frederik Bid serta Kepala KSOP Kelas 1 Balikpapan Jhonny Runggu Silalahi.

Dalam keterangannya, Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, hasil investigasi yang dilakukan KKNKT diketahui penyebab kerusakan pipa yang terjadi di dasar laut Teluk Balikpapan pada 31 Maret 2018 lalu dikarenakan ada mis komunikasi yang terjadi antara pihak kapal pemandu dengan mualim 1 atau kru kapal Ever Judger.

Dalam hal ini kapal pemandu meminta mualim 1 menurunkan jangkar 1 meter. Namun, karena perbedaan bahasa, sehingga yang dipahami mualim 1 menurunkan jangkar hingga ke dasar laut.

Akibatnya, jangkar dari kapal Panama Bulk Carrier bernama Ever Judger menabrak dan menyeret pipa minyak mentah milik Pertamina yang terpendam di dasar laut Teluk Balikpapan hingga menyebabkan pipa tersebut patah.

"Komunikasi seharusnya menggunakan bahasa Inggris. Yang menjadi permasalahan itu mereka menggunakan bahasa daerahnya," kata Soerjanto.

Dampak dari patahnya pipa tersebut memunculkan minyak mentah ke permukaan laut. Sebab, isi dari pipa tersebut adalah minyak mentah yang dikirimkan dari Lawe-Lawe, Kabupaten PPU ke kilang Pertamina RU V Balikpapan.

"Kemidian sekira pukul 11.05 di hari yang sama kobaran api besar dengan asap hitam tebal mulai terjadi membakar minyak mentah tersebut," sebutnya.

Kebakaran lanjut dia, dimulai dari depan Ever Judger dan kemudian menyebar menuju utara dan selatan. "Sejauh ini kami belum mengetahui apa yang menyebabkan munculnya api," ungkapnya.

Dia menegaskan, hasil investigasi KNKT ini tidak dapat dijadikan rujukan untuk hukum. Karena, investigasi ini dibuat untuk memberikan rekomendasi agar dijadikan evaluasi oleh pihak-pihak terkait. "Hanya sebagai rujukan saja," imbuhnya. (tim)

Dipost Oleh lintaskaltim1

Post Terkait

Tinggalkan Komentar