Padam Listrik Karena Gangguan Teknis. Ini Hitungan Kompensasinya?

Padam Listrik Karena Gangguan Teknis. Ini Hitungan Kompensasinya?

LINTASKALTIM, BALIKPAPAN - Masyarakat Kaltim yang beberapa hari lalu mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi karena adanya gangguan transmisi 150 kV Kuaro-Tanjung membuat suplai listrik di sistem Mahakam yang menyuplai empat kota besar yakni Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan Tenggarong mati total selama kurang lebih 3 jam.

Tentu pemadaman ini menggangu aktivitas warga serta tak sedikit dari mereka yang mengalami kerugian dalam usahanya. Sehingga banyak warga yang mempertanyakan kualitas mutu pelayanan PLN kepada para pelanggannya itu disaat lampu padam berjam-jam.

Mengacu pada Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 27 Tahun 2017 tentang Standar Mutu Pelayanan pasal 6 disebutkan bahwa pihak PLN wajib memberikan pengurangan tagihan listrik kepada Konsumen apabila realisasi tingkat mutu pelayanan tenaga listrik melebihi 10% di atas besaran Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) tenaga listrik yang ditetapkan. Yakni dengan beberapa indikator, seperti lama gangguan, jumlah gangguan, kecepatan pelayanan perubahan daya tegangan rendah,  hingga kesalahan pembacaan kWh meter.

"Besaran TMP tergantung angka di masing-masing wilayah. Untuk Kaltim, angka nya saya nggak ingat berapa tapi memang jika terlampaui ada kompensasi nya," ujar GM PLN Kaltimra, Riza Novianto.

Kompensasi yang diberikan berupa pengurangan tagihan listrik kepada konsumen. Dimana untuk pelanggan non subsidi akan mendapat potongan sebesar 35% sementara yang subsidi sebesar 20% dari beban biaya. Sementara itu untuk pelanggan listrik prabayar juga akan mendapatkan kompensasi dalam bentuk penambahan daya pada pembelian token listrik berikutnya.

Dalam mendapatkan kompensasi ini juga terdapat syarat. Dimana kompensasi akan didapat apabila pemadaman listrik akibat gangguan teknis yang dirasakan oleh pelanggan lebih dari 10 jam selama sebulan dihitung komulatif. Seperti contoh pada hari pertama pelanggan mengalami pemadaman listrik selama 3 jam, di hari kedua kembali mengalami selama 3 jam dan hari ketiga selama 4 jam.

"Jadi kalau dalam 1 bulan, satu pelanggan mengalami akumulasi  padam lebih dari 10 jam atau 10 kali, maka pelanggan tersebut akan mendapat kompensasi dalam bentuk pemotongan tagihan untuk paska dan penambahan token/pulsa listrik untuk prabayar," terang Manager Area PLN Balikpapan, Ahmad Syauki.

Namun pemadaman tersebut harus benar-benar karena gangguan teknis bukan karena alasan pemeliharaan jaringan. Sebab mengacu pada Pasal 8, dimana PLN dibebaskan dari pemberian kompensasi apabila disebabkan faktor force majure alias bukan karena teknis. Seperti contoh, banjir, gempa, terjadinya huru-hara, kekacauan umum, dan bencana alam lainnya yang membuat listrik terganggu.

Menurut Syauki kompensasi ini tidak perlu ditagihkan atau dilaporkan melainkan akan dengan sendirinya terpotong oleh sistem. Begitupun dengan pelanggan prabayar yang akan otomatis tertambah dayanya pada token listrik yang dibeli.

"Nggak perlu diajukan tapi dilakukan secara otomatis pada sistem billing PLN," pungkas Syauki. (tim)

Dipost Oleh Admin 3

Post Terkait

Tinggalkan Komentar