PT Pamapersada Nusantara bekerja sama dengan PPSDM Geominerba

PT Pamapersada Nusantara bekerja sama dengan PPSDM Geominerba

Para peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pelaksanaan Peledakan (Juru Ledak) yang diadakan selama enam hari sangat antusias

Lintaskaltim, Balikpapan – Sebagai sebuah perusahaan besar yang bergerak dalam bisnis kontraktor penambangan batubara, karyawannya harus memiliki kompetensi yang mumpuni.

Karena itu PT Pamapersada Nusantara bekerja sama dengan PPSDM Geominerba untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusianya secara berkelanjutan.

PT Pamapersada Nusantara mengerti betul pentingnya peraturan yang telah digariskan dalam Kepmen ESDM No.

1827.K/30/MEM/2018 bahwa KIM (Kartu izin meledakan) hanya dapt diberikan kepada seseorang yg memiliki sertifikat kompetensi juru ledak kelas II.

Terkait hal tersebut PPSDM Geominerba dan PT Pamapersada Nusantara menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemenuhan dan Uji Kompetensi Pelaksanaan Peledakan (Juru Ledak Kelas II), yang bertujuan agar para pegawai mampu melaksanakan peledakan pada kegiatan penambangan.

Sebanyak 39 orang peserta mengikuti diklat yang berlangsung selama enam hari (4-9 Maret 2019), dengan dibekali materi: Peramuan Bahan Peledak, Pengangkutan Bahan Peledakan, Persiapan Peledakan, Penerapan Peledakan, dan Pemeriksaan pasca Peledakan.

Pagi ini (7/3), Kean Santang dan Wanda Adinugraha selaku instruktur mengajak peserta diklat untuk mengikuti rangkaian pembekalan diklat.

Kali ini mereka diajak untuk melakukan praktik lapangan di PT Anugerah Bara Kaltim, Loa Janan Kaltim. Sebanyak 101 lubang akan diledakan menggunakan bahan peledak ANFO dengan metode Nonel pada kegiatan praktik peledakan ini.

Penggunaan air deck (kantung udara) pada lubang ledak dilakukan pada kegiatan peledakan di lokasi ini, untuk mengurangi dampak getaran peledakan yang terlalu besar.

Kegiatan peledakan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pemboran, dimana tujuannya adalah untuk melepaskan batuan dari batuan induknya agar menjadi fragmen-fragmen yang berukuran lebih kecil sehingga memudahkan dalam pengalian, pemuatan, pengangkutan, dan konsumsi material pada crusher yang terpasang.

Dari praktik lapangan ini para peserta melihat langsung bagaimana cara membuat primer, mengisi bahan peledak ANFO ke dalam luban ledak,mengisi material steming, merangkai surface delay, dan apa saja yang perlu diperhatikan dalam penginisiasian rangkaian peledakan.

Diharapkan dengan melakukan praktik secara langsung, para peserta dapat mengimplementasikan di lapangan. Selain itu diharapkan peserta mampu memahami dan mengerti mengenai peranan dan tanggung jawab sebagai juru ledak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan hasil yang memenuhi standard dan memiliki sertifikat kompetensi juru ledak kelas II.

Melalui kerja sama dengan PT Pamapersada Nusantara ini, diharapkan dapat terus berlanjut dan ditingkatkan baik dari aspek pengembangan SDM ataupun aspek-aspek lainnya.

Disamping itu, dapat mengembangkan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan tambang lainnya di wilayah Kalimantan maupun diluar Kalimantan melalui in house training. (tim) 

Dipost Oleh lintaskaltim1

Post Terkait

Tinggalkan Komentar