Budiono Mundur, Deni Mappa Sebut Pemilihan Wawali Balikpapan Diduga Ada Settingan

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Perjalanan panjang dalam seleksi bakal calon (Bacalon) yang mengisi kekosongan kursi Wakil Wali Kota Balikpapan kembali menemukan kendala. Setelah dua nama bacalon ditetapkan yakni Budiono dan Risti Utami Dewi, justru Budiono memilih mundur dari bacalon Wawali tersebut.

Kabar ini tentu cukup mengejutkan bagi banyak pihak termasuk masyarakat Kota Balikpapan, salah satunya Ketua DPC Demokrat Balikpapan, Deni Mappa. Demokrat yang menjadi salah satu partai pengusung ini mengaku kecewa berat terhadap mundurnya Budiono. Pasalnya proses penjaringan dan proses pemilihan wakil wali kota pengganti cukup panjang. Dimana sebelumnya partai pengusung telah bersepakat memilih dua nama dan diserahkan kepada Wali Kota untuk diajukan kepada DPRD Balikpapan agar segera dilakukan proses pemilihan Wakil Wali Kota.

“Kami merasa seperti dipermainkan, setelah cukup lama menunggu pembahasan sampai dengan tercapainya kesepakatan. Sekarang malah dia (Budiono) mundur,” keluhnya.

Pria yang akrab disapa Deppa ini menjelaskan bahwa sejak awal tahun 2022 lalu, pihaknya juga mengajukan pencalonan dan pembahasan untuk Wakil Wali Kota Pengganti. Namun pada pertengahan tahun 2023 barulah hal tersebut mendapat respon dan dilakukan pembahasan terkait Wakil Wali Kota.

Bukan hanya itu saja, proses dari awal pun memakan banyak waktu dan biaya. Bahkan DPRD Kota Balikpapan sampai melakukan konsultasi kepada Kemendagri hingga studi banding ke berbagai daerah. Hingga akhirnya setelah proses panjang tersebut, dua nama pun disepakati untuk diajukan yakni Budiono dan Risti Utami Dewi.

“Lah sekarang dengan mudahnya dia mundur. Ini sangat tidak menghargai waktu, tenaga, pikiran, bahkan anggaran yang di gunakan,” ujarnya.

Sebelumnya terdapat beberapa Bacalon yang diajukan oleh partai pengusung, diantaranya Demokrat, Golkar, PDIP, Gerindra, PKS. Dalam perjalanannya Demokrat memilih mengalah agar proses pengajuan nama tersebut cepat selesai dan kekosongan kursi Wawali pun terisi.

“Nah sekarang salah satunya mundur, ini artinya proses ini akan mengulang kembali. Kenapa tidak dari awal mundur jika tidak siap,” herannya.

Deppa mengatakan kekosongan kursi Wawali pun akan terus berlanjut. Ia pesimis jabatan Wawali akan terisi dan masyarakat bisa memiliki Wakil Wali Kota Balikpapan. Terlebih tak lama lagi akan memasuki pemilu. Deppa pun mencurigai ada settingan dibalik proses pengisian kursi Wawali tersebut.

“Melihat waktu saat ini yang telah mendekati Pemilu, saya pikir akan sulit direalisasikan pemilihan wakil walikota Balikpapan. Apakah ini ada settingan? Who knows?” pungkas Deppa.

Sementara itu, Budiono mengatakan pencalonan dirinya sebagai Wawali baru sebatas penetapan dari partai koalisi. Hingga akhirnya baru-baru ini rekomendasi yang diberikan kepada dirinya dicabut oleh DPP PDIP dan dialihkan kepada Risti Utami Dewi.

“Ketika rekom tersebut dicabut, ya sudah, berarti saya taat dan patuh kepada DPP Partai saya, itu aja,” ungkapnya.

Budiono menerangkan bahwa surat rekomendasi partai tersebut telah diserahkan kepada Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud usai dirinya pulang menghadiri Rakernas tanggal 4 Oktober 2023 lalu.

“Sudah saya serahkan rekom tersebut kepada wali kota. Karena memang suratnya ditujukan kepada Wali Kota,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *