DP3A Kukar Gelar Penyampaian dan Pembahasan Draf Awal RAD PUG

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara, menggelar kegiatan penyampaian dan pembahasan draf awal Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender (RAD PUG).

Kegiatan dilaksanakan di Hotel Horison Bandara – Balikpapan, Senin (30/10/2023) pagi. Acara menghadirkan narasumber dari Yogyakarta dan perwakilan perangkat daerah Kutai Kartanegara.

Pada kesempatan ini, narasumber yang dihadirkan yakni Peneliti dan Direktur Operasional dan Keuangan Sri Institute Yogyakarta, Aminatun Zubaedah mengatakan bahwa kegiatan ini bagian untuk menguatkan implementasi PUG PPRG di Kutai Kartanegara, meski sudah ada Perda PUG yang diturunkan dalam aturan teknis, seperti rencana aksi daerah PUG.

Harapannya dengan RAD ini, akan mengikat sepuluh OPD ketika melaksanakan PUG PPRG, sehingga OPD akan lebih terarah.

“Karena memastikan apa program kegiatan di setiap OPD yang responsif gender, maka secara umum akan mendorong pencapaian kesetaraan gender dan tentu indikator-indikator gender di Kutai Kartanegara,” ucapnya usai memberikan pemaparan.

Menurutnya, untuk menerapkan PUG PPRG di OPD memang ada tantangan, pertama perihal pengetahuan tentang PUG PPRG sendiri. Ketika melakukan perencanaan harus ada dokumen-dokumen yang menyatakan bahwa kegiatan ini sudah responsif gender.

Selain itu ada analisis dan dokumen gender buget statment yang memastikan kalau anggarannya responsif gender.

“Nah ketika pelatihan, pesertanya berubah-rubah. Kemudian mutasi itu juga menjadi salah satu tantangan ketika OPD berpindah,” jelasnya.

Lanjutnya, maka satu poin penting tentu ada peningkatan kapasitas lagi untuk vocal poin, termasuk juga orang yang menyusun dokumen perencanaan, sehingga tidak hanya memasukkan seperti kebiasaan, tetapi ada analisa gender yang dilakukan.

Kemudian yang kedua memastikan bagaimana peran pokja PUG lebih efektif. Karena pokja yang selama ini berisi pimpinan OPD, ketika mereka bekerja dengan baik, maka dia akan mendorongkan OPD menjadi lebih responsif.

“Ada juga pertanyaan peserta, bagaimana memastikan ada kepastian,” paparnya.

Maka dapat disimpulkan, bahwa diskusinya lebih mengarah tentang bagaimana supaya hal ini bisa diimplementasikan.

Sementara itu KHPK2DI (Kualitas Hidup Perempuan, Kualitas Keluarga data dan informasi), Hj. Chalimatus Sa’diah, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergi dan kolaborasi dalam pembangunan gender secara optimal.

“Melalui kegiatan RAD PUG ini diharapkan seluruh komponen pelaku pembangunan yang hadir mampu memberikan sumbangan pemikirannya terhadap sinkronisasi dan sinergitas terkait program pembangunan,” ungkapnya. (ADV/DP3A Kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *