Wujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, ini Yang Dilakukan DP3A Kukar

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Untuk permasalahan perempuan dan anak memang tidak serta merta hanya peran dari pemerintah saja, tetapi semua pihak termasuk orangtua dan keluarga juga sangat diperlukan. Termasuk pemerintah daerah pun terus berupaya melalui sejumlah program dalam menyelesaikan permasalah pada perempuan dan anak.

Sebagai bentuk antisipasi masalah itu, Kabid KHPK2DI (Kualitas Hidup Perempuan, Kualitas Keluarga data dan informasi) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (Kukar), Hj. Chalimatus Sa’diah mengatakan pihaknya sering melakukan sosialisasi ke masyarakat.

“Contohnya ketika kami memberikan advokasi untuk mewujudkan desa ramah perempuan dan peduli anak,” jelasnya.

Lanjutnya, yang mana di desa tersebut ada lima arahan presiden, dalam keterkaitan untuk mencegah peningkatan stunting. Contohnya seperti perkawinan anak. Menurutnya, pencegahan perkawinan anak itu sangat baik, karena ia menilai jika pasangan tersebut belum siap melakukan reproduksi.

“Selain itu, untuk gizi mereka harus mendapatkan gizi yang cukup,” jelasnya.

Bahkan pencegahan, perwakinan anak ini juga merupakan salah satu bentuk untuk melindungi angka stunting di Kukar.

Selain itu, DP3A Kukar juga tengah berupaya meningkatkan predikat KLA. Salah satunya gencar menggelar pelatihan-pelatihan. Seperti pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) bagi tenaga pendidik di Kukar. Pelatihan tersebut bertujuan untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA) di Kabupaten Kukar. Selain itu kegiatan pelatihan KHA untuk penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak yang mnejadi kewenangan Kabupaten/Kota di Indonesia.

Dengan pelatihan tersebut diharapkan tenaga pendidik dapat mendorong pemenuhan hak-hak anak di lingkungan satuan pendidikan untuk mewujudkan Kota Layak Anak. (ADV/DP3A Kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *