Home Kriminal Kurang Ajar !!! Begini Kronologi Oknum Guru Ngaji Yang Mencabuli Santrinya

Kurang Ajar !!! Begini Kronologi Oknum Guru Ngaji Yang Mencabuli Santrinya

SHARE
Kurang Ajar !!! Begini Kronologi Oknum Guru Ngaji Yang Mencabuli Santrinya

lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Tindak pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru ngaji di Balikpapan berinisial JM (46) terus didalami pihak kepolisian. Pasalnya oknum guru ngaji keliling ini memantik amarah warga sekitar lokasi kejadian di Kawasan Balikpapan Kota.

Seolah tak percaya, pria yang dua tahun belakangan ini mengajarkan ngaji kepada anak-anak disekitar pemukiman warga itu justru berbuat tak senonoh. Beruntung pelaku berhasil diringkus warga sekitar sesaat pelaku yang berniat melarikan diri.

Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, Kompol Rengga Puspo Saputro membeberkan kronologis tindakan pencabulan yang terjadi pada Sabtu (30/7/2022) sekira pukul 19.00 wita. Kala itu JM mengajarkan ngaji kepada tiga orang anak termasuk korban di rumah tetangganya.

Korban yang masih berusia 10 tahun ini lantas mengaji bersama dua temannya yang lain di rumah tetangganya. Ditengah pelajaran mengaji, dua rekan korban pergi bermain ke luar rumah. Disinilah pelaku mulai beraksi. 

“Saat temant-teman lainnya main ke luar rumah dan tidak ada orang lain di dalam rumah, kemudian hanya berdua antara pelaku dan korban akhirnya pelaku melakukan tindakan pencabulan terhadap anak didik ngajinya,” katanya kepada awak media pada Kamis (4/8/2022).

Saat itu pelaku meminta korban memindahkan posisi Al Quran ke sebelahnya supaya lebih dekat. Korban pun menuruti permintaan pelaku dan berpindah ke sebelah pelaku. Pelaku pun kembali mengajarkan ngaji kepada korban. 

Namun ditengah-tengah pelajaran, tangan kanan pelaku mengelus-elus bagian dada korban. Tak berhenti sampai disitu, tangan pelaku pun masuk ke dalam baju korban dengan tujuan memegang dadanya. Korban yang ketakutan lantas menangis dan berteriak memanggil ibunya. Seketika korban langsung berlari ke rumah orang tuanya dan mengadukan apa yang dilakukan pelaku.

“Karena merasa anak-anak ini diperlakukan seperti itu, korban langsung lari ke rumah orang tuanya yang dekat dengan TKP. Kemudian mengadu ke ibunya bahwa sudah dilakukan tindak pidana pencabulan,” ungkap Rengga.

Pelaku pun langsung diamankan warga bersama petugas. Kini pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan terancam Pasal 82 Ayat 1 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

“Pelaku ini sudah ditinggalkan istrinya meninggal selama satu tahun terakhir ini,” bebernya.

Ditanya apakah ada korban lain, Rengga mengatakan sejauh ini hanya satu korban yang melapor dan ditangani pihaknya. 

“Kami masih dalami lagi. Sementara yang baru melapor satu, memang profesinya selain wiraswasta, pelaku ini belajar mengaji di sekitar rumahnya,” pungkasnya.