Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Riuh tepuk tangan pecah di arena kolam renang POPDA XVII/2025 Kalimantan Timur. Di tengah gemuruh semangat atlet pelajar se-Kaltim, nama Aisyah Putri Sibylla bergema paling lantang. Siswi kelas 5 SD Nasional KPS Balikpapan, kelahiran Balikpapan, 13 Desember 2014, mencetak sejarah kecil yang berdampak besar: menyapu bersih enam medali emas di cabang olahraga renang.
Bagi kota yang dijuluki Kota Minyak, prestasi Aisyah ibarat semburan energi baru di air, bening, kuat, dan menjanjikan masa depan cerah.
Perjalanan Aisyah dimulai bukan dari mimpi podium, melainkan dari mimpi sederhana.
“Saya memilih renang karena awalnya untuk menjaga kesehatan dan ingin bisa berenang dengan baik. Lama-lama saya jadi suka dan ingin lebih serius,” ujarnya pada Sabtu (29/11/2025).
Motivasinya tumbuh di Green Taruna Swims Club, tempat ia menimba ilmu dan membangun karakter.
“Motivasi saya adalah ingin seperti kakak-kakak senior di club Green Taruna yang sudah banyak meraih juara. Saya ingin mengikuti jejak mereka,” katanya.
Kisahnya mencerminkan satu hal: olahraga yang dicintai akan memanggil keseriusan tanpa perlu dipaksa.
Pengalaman Emas yang Tak Terlupakan
POPDA XVII menjadi bab penting dalam hidup Aisyah. Enam emas bukan hanya angka, melainkan perasaan bangga bercampur syukur.
“Saya sangat senang dan bahagia bisa masuk tim POPDA dan berhasil meraih banyak medali emas. Itu pengalaman yang tidak terlupakan dan membuat saya semakin semangat berlatih,” ucapnya.
Aisyah tak lupa menundukkan hati pada orang-orang yang berdiri di belakangnya.
“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada pelatih saya Om Wisnu (Sri Wisnu Wiharsa). Terima kasih juga atas dukungan orang tua dan teman-teman,” sambungnya.
Sosok Tangguh di Kolam Kecil
Di mata pelatihnya, Sri Wisnu Wiharsa, Aisyah bukan sekadar peraih emas, melainkan bibit atlet masa depan Indonesia.
“Aisyah adalah atlet muda yang sangat tangguh, gigih, dan disiplin dalam berlatih. Potensinya sangat besar untuk berkembang menjadi atlet nasional,” ungkapnya.
Latihannya dilakukan di tempat yang mungkin tampak sederhana bagi sebagian orang: kolam kecil di Hotel Astara, kawasan BSB, Balikpapan Selatan. Keterbatasan ukuran kolam tidak membatasi ambisi dan perkembangan tekniknya.
Pelatih menilai Aisyah memiliki keunggulan yang sulit diajarkan.
“Ia cepat belajar teknik baru, punya mental juara yang sangat kuat, dan kondisi fisiknya prima. Yang paling luar biasa, dukungan orang tuanya totalitas dan penuh kehangatan. Usianya masih sangat muda, tapi kematangannya di air sudah terlihat sejak dini,” tambah Wisnu.
Green Taruna memproyeksikannya menuju level nasional, dengan pondasi teknik, fisik, dan mental yang terus diperkuat bertahap.
Mimpi di Cakrawala Kejuaraan
Prestasi Aisyah baru permulaan. Langkah berikutnya ia arahkan ke panggung yang lebih besar.
“Target saya setelah ini bisa lolos dan tampil di Kejurnas, kemudian menembus tim nasional kelompok umur untuk SEA Age Group 2026,” ujarnya.
Harapan itu sejalan dengan visi klubnya.
“Kami berharap Aisyah meraih gelar juara di Porprov, lalu Kejurnas, dan akhirnya mampu menembus Tim Nasional kelompok umur untuk SEA Age Group 2026,” kata Wisnu mewakili klub.
Aisyah sendiri menutup wawancara dengan impian yang lebih luas dari kolam latihan.
“Saya ingin terus disiplin, meningkatkan prestasi, dan suatu hari bisa mengharumkan nama club, Balikpapan, dan Indonesia,” tandasnya. (yad/ADV/DPOP Balikpapan)






