Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Memasuki dua tahun masa jabatan DPRD Kota Balikpapan periode 2024-2029, Budiono mendorong agar lembaga legislatif bersama Pemerintah Kota Balikpapan semakin inovatif dalam melahirkan kebijakan untuk menjawab tantangan pembangunan.
Budiono mengatakan, kondisi ekonomi yang saat ini dinilai masih menghadapi tekanan membutuhkan terobosan dan kebijakan yang mampu menjaga keberlanjutan pembangunan Kota Balikpapan.
“Harapannya ke depan kita akan lebih banyak inovatif lagi, karena kondisi ekonomi sedang tidak baik,” kata Budiono ketika diwawancarai wartawan, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, salah satu langkah yang perlu didorong adalah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor. Peningkatan PAD dinilai penting untuk memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Artinya, kita menggenjot upaya PAD kita dari beberapa sektor agar PAD kita naik, agar kehidupan pembangunan di Kota Balikpapan tetap berjalan,” ungkapnya.
Budiono menilai, upaya meningkatkan PAD membutuhkan kerja sama antara DPRD dan Pemkot Balikpapan. Sinergi kedua lembaga diperlukan agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap pembangunan dan pelayanan publik.
Dia menyebut, dua tahun masa jabatan DPRD menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai kerja yang telah dilakukan. Selama periode tersebut, DPRD telah menghasilkan sejumlah produk peraturan daerah (Perda) sebagai instrumen untuk menata dan mengatur masyarakat maupun pembangunan Kota Balikpapan.
“Besok tanggal, 25 Agustus 2027, saya pikir kita sudah dua tahun menjabat sebagai anggota DPRD Kota Balikpapan masa bakti 2024-2029. Refleksinya, dalam beberapa tahun yang kita lalui, tentunya kita sudah beberapa menghasilkan produk-produk Perda untuk menata, mengatur masyarakat atau Kota Balikpapan,” ujarnya.
Memasuki tahun ketiga masa jabatan, Budiono berharap DPRD dapat lebih aktif memberikan masukan dan menghadirkan produk kebijakan yang bersifat solutif. Terlebih, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama pemerintah kota.
“Pemerintah kota bersama DPRD pasti bersinergi. Tentunya DPRD yang besok usianya sudah menjabat dua tahun akan lebih giat memberikan masukan-masukan atau produk-produk solusi untuk Kota Balikpapan,” jelasnya.
Selain persoalan ekonomi dan PAD, Budiono menyebut masalah banjir serta kebutuhan sarana pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus mendapat perhatian. Menurutnya, persoalan tersebut perlu dibahas secara bersama-sama agar penanganannya dapat berjalan lebih optimal.
“Memang masih banyak PR-PR kita terkait mungkin banjir, mungkin juga keperluan sekolahan. Nah, itulah yang kita pikirkan, kita bahas bersama-sama dengan pemerintah kota,” tuturnya.
Memasuki tahun ketiga masa jabatan, Budiono berharap DPRD dan Pemkot Balikpapan dapat terus memperkuat sinergi serta menghadirkan kebijakan yang inovatif dan solutif untuk menjaga pembangunan kota tetap berjalan di tengah tantangan ekonomi. (ADV/DPRD Balikpapan)






