Lintaskaltim.com, BERAU – Komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam meningkatkan pendapatan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus diwujudkan.
Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya Expo UMKM tingkat kecamatan secara bergiliran di berbagai wilayah Berau.
Kini, giliran Kecamatan Tanjung Redeb, sebagai ibu kota kabupaten, yang menggelar Expo UMKM.
Peresmian acara ini dilakukan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih, Selasa (2/12/2025) pagi.
Expo UMKM Kecamatan Tanjung Redeb 2025 menjadi panggung bagi masing-masing kelurahan untuk menyuguhkan berbagai produk unggulan.
Produk yang dipamerkan sangat beragam, mulai dari makanan, minuman, kain batik, hingga aksesoris hasil kerajinan tangan.
Acara ini tidak hanya mempromosikan produk-produk UMKM, tetapi juga menjadi ajang promosi bagi Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Kecamatan Tanjung Redeb.
Sri Juniarsih menyampaikan, kegiatan Expo ini merupakan wadah promosi sekaligus hiburan bagi masyarakat yang dirangkaikan dengan berbagai lomba.
“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Tanjung Redeb untuk meramaikan expo UMKM ini. Mari kita berbelanja dan bangga dengan produk asli daerah, bukan produk luar daerah,” ajak Sri Juniarsih.
Selain fokus pada pengembangan UMKM, Sri Juniarsih juga memberikan pesan khusus kepada Camat dan segenap jajaran Pemerintah Kecamatan Tanjung Redeb untuk terus berbenah.
Mengingat Tanjung Redeb adalah wajah dari Kabupaten Berau, penting untuk memperhatikan kebersihan, kerapian, dan suasana yang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Sri Juniarsih berharap Tanjung Redeb dapat menunjukkan citra positif sebagai wilayah perkotaan yang semakin maju.
Enam kelurahan yang ada diharapkan dapat terus mengembangkan potensinya masing-masing, mencontoh semangat pengembangan yang ditunjukkan oleh kampung-kampung.
Ia meyakini, meskipun berada di perkotaan, enam kelurahan tersebut memiliki keunggulan yang dapat dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat, seperti industri kerajinan batik, dan produk olahan rumah tangga.
Keberadaan di perkotaan harus menjadi peluang untuk memudahkan pelaksanaan agenda pembangunan, mulai dari tingkat RT, kelurahan, hingga kecamatan.
“Oleh sebab itu, saya mendorong untuk terus mengaktifkan lembaga kemasyarakatan, seperti posyandu, dasawisma, karang taruna, siskamling, serta kegiatan lainnya,” pungkasnya. (*/Adv)







