Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN — DPRD Kota Balikpapan mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah yang dimulai dari tingkat lingkungan melalui pembangunan dan optimalisasi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di kelurahan maupun kecamatan. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi volume sampah yang selama ini langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menegaskan bahwa pengelolaan sampah seharusnya dimaksimalkan sejak dari sumbernya. Melalui keberadaan TPST di lingkungan masyarakat, sampah dapat dipilah dan diolah terlebih dahulu sebelum akhirnya dikirim ke TPA.
“Kalau bisa sampah yang menuju ke TPA itu sudah berkurang, karena sebelumnya sudah diproses di TPST yang ada di kelurahan atau kecamatan,” ujar Yusri kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
Menurut Yusri, sejumlah fasilitas pengolahan sampah terpadu sebenarnya telah mulai dibangun di beberapa wilayah Balikpapan. Namun, pengembangan fasilitas tersebut masih perlu diperluas agar mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan volume sampah setiap tahunnya.
Dia mengungkapkan bahwa terdapat rencana pembangunan tambahan TPST di beberapa wilayah, termasuk Balikpapan Kota dan Balikpapan Tengah. Meski demikian, realisasi pembangunan tersebut masih bergantung pada ketersediaan anggaran dari pemerintah daerah.
Yusri menjelaskan bahwa DPRD memiliki fungsi dalam penganggaran dan pengawasan terhadap program pemerintah daerah. Sementara pelaksanaan pembangunan tetap menjadi kewenangan pemerintah kota melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Kami di DPRD hanya mengusulkan dan mendorong. Eksekusi pembangunan itu tetap berada di pemerintah kota melalui OPD terkait,” jelasnya.
Ia menilai keberadaan TPST tidak hanya berfungsi untuk mengurangi beban TPA Manggar, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Melalui proses pemilahan dan pengolahan, sampah dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan daur ulang maupun produk bernilai ekonomi.
Dengan sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi, diharapkan volume sampah yang masuk ke TPA Manggar dapat ditekan secara signifikan sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan kota yang lebih bersih dan sehat.
“Kalau pengelolaan sampah dari tingkat lingkungan berjalan maksimal, maka sampah yang masuk ke TPA bisa jauh berkurang,” pungkasnya. (ADV/DPRD Balikpapan)







