Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan tengah berada di pusaran arus urbanisasi yang semakin deras. Mobilitas penduduk yang meningkat diyakini tidak hanya membawa pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tantangan serius di sektor keamanan dan ketertiban masyarakat.
Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Hj. Kasmah, menilai perlunya langkah antisipatif sejak dini. Salah satunya dengan menghidupkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di setiap Rukun Tetangga (RT), sebagaimana surat edaran terbaru dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Balikpapan ini pintu gerbang menuju IKN. Potensi kejahatan tentu ikut meningkat seiring bertambahnya jumlah pendatang. Karena itu, Siskamling harus kita hidupkan lagi. Bukan hanya soal ronda malam, tapi juga menguatkan ikatan sosial antarwarga,” tegas Kasmah, Senin (15/9/2025).
Ia menilai, Siskamling bukan semata program keamanan, melainkan sarana membangun kebersamaan. Di tengah kota yang terus tumbuh modern, solidaritas sosial dianggap penting agar warga tidak kehilangan rasa memiliki terhadap lingkungannya.
Namun, Kasmah menekankan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah kota, tidak cukup hanya instruksi administratif. Ketersediaan sarana ronda, pos keamanan, hingga perlengkapan dasar harus dipastikan agar kegiatan berjalan efektif.
“Kalau warga aktif, sementara pemerintah ikut mendukung, maka Siskamling bisa kembali jadi benteng utama dalam menjaga ketertiban lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan Siskamling sejalan dengan kebutuhan Balikpapan sebagai kota penyangga strategis IKN. Dengan lingkungan yang aman dan warganya solid, Balikpapan akan lebih siap menghadapi dinamika baru, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.
Dengan demikian, Siskamling bukan sekadar tradisi lama yang dihidupkan kembali, melainkan strategi adaptif untuk menjaga Balikpapan tetap aman, tertib, dan harmonis di era transisi menuju IKN. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)












