Dewan Dorong Transformasi Sampah Jadi Energi Ramah Lingkungan

banner 728x250

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan menegaskan komitmennya dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menilai pengelolaan sampah tidak bisa lagi dilakukan dengan cara konvensional, mengingat ancaman krisis kapasitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar yang diperkirakan penuh pada 2028.

“Kalau kita tidak segera melaksanakan pengelolaan sampah dengan sistem baru, bisa kelabakan kita nanti. TPA Manggar kita akan penuh,” ujar Yusri, Senin (13/10/2025).

Menurutnya, salah satu langkah strategis yang kini dibahas adalah penerapan sistem pengolahan sampah menjadi energi terbarukan. Melalui sistem ini, sampah yang dikumpulkan dari kecamatan dan kelurahan akan dibawa ke tempat penampungan akhir yang dilengkapi fasilitas pembakaran (insinerator).

“Nantinya, dari kecamatan dan kelurahan, sampah dikumpulkan, dibawa ke tempat penampungan terakhir. Di sana sampah bisa diolah jadi energi dan dibakar menjadi tenaga listrik atau bahan bakar alternatif seperti pelet,” terang Yusri.

Komisi III bersama sejumlah pihak juga telah melakukan koordinasi dengan kementerian terkait untuk membahas implementasi teknologi tersebut. Namun, ia mengakui bahwa arah kebijakan di tingkat pusat masih memerlukan kejelasan lebih lanjut.

“Waktu itu kami sudah ke kementerian, pembahasan sudah ada, tapi memang belum begitu jelas arahnya. Namun intinya, ini harus siap dilaksanakan,” katanya.

Yusri menegaskan, pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan bukan hanya solusi teknis, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan kota yang berkelanjutan.

“Dari DPRD melihatnya ini wajib. Kalau kita mau memperbaiki kota, ya harus kita perbaiki semuanya, termasuk penanganan sampah,” tegasnya.

Ia menambahkan, program ini berpotensi menjadi langkah besar dalam mendukung transisi energi bersih di Balikpapan. Selain mengurangi volume sampah, hasil olahan juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi ramah lingkungan.

“Ini langkah jangka panjang. Kalau bisa berjalan, sampah tidak hanya jadi masalah, tapi juga bisa jadi sumber energi untuk kota,” pungkasnya. (ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *