Tragedi di Balikpapan Utara: Enam Anak Tewas di Bekas Galian, DPRD Siapkan Pemanggilan Pengembang

banner 728x250

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Suasana duka menyelimuti Kelurahan Graha Indah pada Senin sore (17/11/2025). Enam anak ditemukan tewas setelah tenggelam di sebuah kolam bekas galian yang berada di lahan milik Sinarmas. Seluruh korban kini telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan.

Informasi awal menyebutkan insiden bermula ketika para korban bermain di tepian kolam. Tanpa disadari, mereka bergerak semakin jauh ke tengah waduk. Kondisi kolam yang dalam dan tidak memiliki pengaman membuat keenam anak itu terseret dan tenggelam.

Sebuah video amatir yang beredar memperlihatkan warga sekitar berupaya melakukan pertolongan. Seorang pria yang berada di lokasi mengaku sempat terjun ke dalam kolam untuk menyelamatkan anak-anak tersebut.

“Pas saya nyelam, posisi anak itu ada tiga atau empat. Mau saya bantu semua, tapi tidak sanggup. Satu saja yang berhasil saya selamatkan,” ucapnya di lokasi kejadian.

Upaya evakuasi kemudian dilanjutkan oleh tim Pencarian dan Pertolongan (SAR). Kepala Sesi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Endrow Sasmita, memastikan jumlah korban mencapai enam orang.

“Benar, enam korban: empat perempuan dan dua laki-laki. Seluruhnya sudah dibawa ke RSKD untuk penanganan selanjutnya,” jelas Endrow.

Identitas para korban:

  • Alfa Kaltian Hadi (13)
  • Araval Lirman Azka Faiz (9)
  • Ica Nawang (11)
  • Kartika Ardayanti (9)
  • Zairah (5)
  • Muhammad Rifai Alamsyah (10)

Tragedi ini segera mendapat respons dari Pemerintah Kota Balikpapan. Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, turun langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi lapangan. Ia menyebut insiden ini sebagai alarm serius bagi semua pihak, terutama pemilik lahan dan pihak pengembang.

“Ini harus menjadi evaluasi besar. Kalau memang lahan ini milik Sinarmas, kita akan memanggil mereka untuk menjelaskan situasi sebenarnya,” ujar Alwi.

DPRD menjadwalkan pemanggilan Sinarmas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa, sehari setelah kejadian. Langkah ini ditempuh untuk meminta klarifikasi terkait keberadaan kolam galian yang diduga tidak aman dan tidak memiliki penanda risiko.

Polisi juga telah melakukan penanganan awal dan memeriksa sejumlah saksi. DPRD menyatakan akan menunggu hasil penyelidikan resmi untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian dalam kejadian ini, termasuk terkait pengelolaan lahan dan aktivitas galian di wilayah tersebut.

Sementara itu, warga setempat mengharapkan adanya pengamanan lebih ketat di wilayah-wilayah yang memiliki potensi bahaya serupa. Mereka berharap tragedi yang merenggut enam nyawa ini menjadi pelajaran besar agar kejadian serupa tidak terulang. (ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *