Tragedi Kubangan Grand City, DPRD Balikpapan Tekan Investigasi Tuntas untuk Ungkap Akar Masalah

banner 728x250

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Luka kolektif kembali menyelimuti warga Balikpapan setelah enam bocah ditemukan meninggal di sebuah kubangan tanah di kawasan Kilometer 8, RT 37 Graha Indah, Balikpapan Utara. Kejadian yang berlangsung pada 17 November 2025 itu memantik perhatian serius DPRD Kota Balikpapan, yang kini menunggu laporan investigasi resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Pemanggilan terhadap PT Sinar Mas Wisesa, pengembang Perumahan Grand City, menjadi langkah awal DPRD untuk mengurai duduk perkara. Dalam rapat klarifikasi yang digelar pada Selasa (18/11/2024), pihak pengembang menegaskan bahwa kubangan yang menjadi lokasi insiden bukan berada di atas lahan mereka, melainkan di tanah milik warga yang bersebelahan.

Namun, klarifikasi itu belum cukup meredakan tanda tanya. DPRD Balikpapan tetap melihat adanya indikasi kelalaian yang perlu diselidiki lebih jauh. Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan, Arisanda, menilai pola terbentuknya kubangan tersebut patut dicurigai.

“Kami menduga kubangan itu dipicu oleh aktivitas galian atau pengerukan yang berhubungan dengan pengembang. Tapi untuk memastikan wilayahnya dan apa penyebabnya, kami menunggu hasil investigasi DLH,” jelas Arisanda.

Hasil investigasi nantinya akan menentukan langkah lanjutan DPRD. Jika ditemukan unsur pelanggaran, sanksi terhadap pengembang menjadi konsekuensi yang tidak bisa dihindari.

“Semua fakta akan terlihat setelah laporan resmi keluar. Kalau ada indikasi kesalahan dalam aktivitas mereka, tentu kami dorong untuk ada tindakan tegas,” tegasnya.

Di sisi lain, DPRD juga menyoroti bahwa proses perizinan pengembang harus benar-benar diikuti secara utuh. Arisanda meminta agar OPD terkait memperketat pengawasan agar kasus serupa tidak berulang.

“Kami ingin investasi tetap berjalan, tapi keselamatan warga harus menjadi prioritas. Pengawasan dari OPD harus lebih disiplin, bukan hanya soal berkas perizinan, tapi juga implementasi di lapangan,” ujar Arisanda.

Selain fokus pada investigasi, DPRD Balikpapan turut menyampaikan duka mendalam atas tragedi ini. Lembaga tersebut juga menyatakan akan memberikan santunan kepada keluarga korban sebagai wujud empati.

“Atas nama DPRD Kota Balikpapan, kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Korban adalah anak-anak kita, dan ini menjadi pukulan berat bagi seluruh warga,” ucapnya.

Hingga kini, hasil investigasi DLH masih dinantikan sebagai kunci untuk membuka penyebab pasti terbentuknya kubangan yang merenggut enam nyawa tersebut. Masyarakat berharap tragedi ini menjadi momentum pembenahan tata kelola lahan dan pengawasan pembangunan di Balikpapan. (ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *