Jelang Libur Akhir Tahun, Disporapar Siapkan Pengamanan Pantai Manggar

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Libur akhir tahun belum mulai, tapi Disporapar Balikpapan sudah bergerak duluan. Sejak awal Desember 2025, dinas pimpinan dr. Ratih Kusuma mulai menyusun skema pengamanan terpadu di Pantai Segara Sari Manggar, destinasi favorit yang selalu padat saat libur Natal dan tahun baru.

Tahun ini, pengamanan tak hanya bicara soal apel siaga. Disporapar membangun kolaborasi lapis kedua: menggandeng warga, komunitas, hingga relawan wisata, agar pengawasan di pantai lebih cepat, dekat, dan responsif.

Ratih menegaskan strategi ini lahir dari evaluasi tahun lalu, ketika pola pengamanan berbasis kolaborasi sukses menurunkan risiko kerawanan di kawasan pantai.

“Kami kembali gandeng Polresta, Polsek Balikpapan Timur, Koramil Balikpapan Timur, Saka Pariwisata, dan Tim Kamladuk wilayah timur. Mereka punya peran langsung di garis pantai, dan kami percaya itu jadi kunci pengawasan yang efektif,” ujar Ratih, Selasa (25/11/2025).

Ia memastikan pendekatan keamanan tahun ini berjalan lebih kuat dibanding sebelumnya. Disporapar memperbesar pos pengamanan, memperketat patroli, dan menyiapkan alur respons lebih cepat jika terjadi keadaan darurat.

“Aparat tetap jadi fondasi, tapi lapisan pengawasan komunitas kami perkuat. Wisatawan harus merasa diawasi, dilindungi, dan diarahkan, bukan hanya dilihat dari jauh,” tambahnya.

Pantai Manggar bukan sekadar pemandangan matahari terbenam. Ini lokomotif utama pariwisata Balikpapan. Data hingga Oktober 2025 mencatat Pantai Manggar menyumbang PAD sektor wisata terbesar, mencapai Rp 5,6 miliar. Di akhir pekan, ribuan wisatawan datang setiap hari, dan angkanya meningkat konsisten dalam dua tahun terakhir.

Dengan kontribusi ekonomi sebesar itu, Ratih menilai standar keamanan pun harus naik kelas.

“Kami wajib menjaga pantai ini bukan hanya ramai, tapi aman. PAD besar harus lahir dari destinasi yang terkelola dan terlindungi dengan baik,” ujarnya.

Pengeras Suara Jadi “Pemandu Digital”, Petugas Ingatkan Bahaya Arus dan Rambu Renang

Selain keamanan dari sisi kriminal, Disporapar juga fokus pada keselamatan pengunjung di air. Edukasi dilakukan intens lewat pengeras suara, yang difungsikan layaknya pemandu digital dadakan, mengingatkan wisatawan tentang arus gelombang, rambu zona renang, dan titik berbahaya di bibir pantai.

Petugas lapangan juga berkeliling memberikan pengarahan langsung, sebuah strategi yang Ratih nilai lebih efektif dibanding brosur imbauan.

“Kami ingin semua menikmati pantai dengan aman. Jadi imbauan keselamatan harus terus bersuara, terus mengingatkan, dan terus memberi batas yang jelas,” jelasnya.

Antisipasi Dini untuk Puncak Kunjungan Malam Tahun Baru

Belajar dari puncak keramaian tahun sebelumnya, Disporapar memetakan malam pergantian tahun sebagai titik konsentrasi pengamanan paling tebal. Mereka menargetkan semua elemen bekerja terintegrasi, saling isi peran, dan cepat merespons potensi kecelakaan maupun gangguan keamanan.

Ratih bahkan menempatkan libur akhir tahun sebagai ujian tahunan bagi tata kelola wisata kota.

“Desember selalu jadi momentum besar pariwisata Balikpapan. Kami ingin saat orang menyebut Pantai Manggar, yang terbayang bukan hanya cantik, tapi juga aman dan tertib. Itu warisan yang harus kami jaga untuk tahun-tahun berikutnya,” tutupnya. (yad/ADV/DPOP Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *