Program CKG Puskesmas Karang Joang Berjalan, Kendala Input Aplikasi Jadi Tantangan

banner 728x250

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Puskesmas Karang Joang terus mendatangi sekolah dan pondok pesantren sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan kesehatan lebih dekat ke masyarakat. Pada Jumat (28/11/2025), giliran Pondok Pesantren Asy-Syifa yang menjadi lokasi pelayanan, dengan 176 santri mengikuti pemeriksaan secara antusias.

Di tengah ramainya kegiatan, tim medis terlihat bekerja sigap. Para santri bergiliran diperiksa mulai dari tekanan darah, penglihatan, telinga, hingga tes gula darah. Meski proses di lapangan berjalan lancar, ternyata ada tantangan tersendiri yang harus dihadapi petugas.

“Kadang jaringan bermasalah, kadang server error. Akhirnya proses input data pemeriksaan ke aplikasi jadi terhambat. Padahal kegiatannya sendiri sudah berjalan dengan baik,” ujar dr. Emi Puspitasari, dokter pelaksana dari Puskesmas Karang Joang.

Ia menyebut kendala teknis tersebut membuat capaian persentase di sistem sering tampak rendah, meskipun pelayanan sebenarnya sudah sesuai target.

Meski begitu, dr. Emi menegaskan bahwa kualitas pelayanan kepada santri tidak berkurang sedikit pun. Justru, tim puskesmas semakin berhati-hati dan teliti, mengutamakan pemeriksaan menyeluruh yang mencakup kondisi fisik, kesehatan mental, hingga screening penyakit menular.

“Jika ditemukan tekanan darah tinggi, gangguan penglihatan, atau keluhan lain, kami langsung arahkan untuk pemeriksaan lanjutan agar tidak terlambat ditangani,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, puskesmas juga memberikan vaksinasi HPV kepada 29 siswi kelas 9 sebagai upaya perlindungan jangka panjang terhadap risiko kanker serviks. Para siswi menjalani vaksinasi dengan tenang, didampingi edukasi singkat mengenai manfaat vaksin bagi kesehatan reproduksi.

Di akhir kegiatan, dr. Emi berharap kerja sama antara puskesmas, sekolah, dan pondok pesantren dapat terus berlanjut.

“Kesehatan anak-anak adalah investasi penting. Meski ada kendala teknis, semangat kami untuk hadir dan memberikan layanan terbaik tidak berubah,” tuturnya.

Kegiatan CKG hari itu pun ditutup dengan senyum lega para santri yang telah selesai diperiksa, menandakan bahwa upaya pencegahan dan deteksi dini kesehatan terus berjalan untuk melindungi generasi muda. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *