Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Joang menggelar kegiatan peningkatan kompetensi guru terkait pemahaman penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) di SDN 29 Balikpapan Utara, Sabtu (29/11/2025). Program edukasi ini melibatkan tenaga kesehatan, termasuk dr. Muhammad Fattah Adyono, Dokter Internship di Puskesmas Karang Joang, sebagai pemateri.
Menurut dr. Fattah, kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah preventif untuk melindungi siswa dari risiko penyalahgunaan zat adiktif. Guru dinilai sebagai pihak yang paling dekat dengan siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peningkatan kompetensi menjadi sangat penting.
“Guru perlu memiliki pengetahuan memadai untuk mengenali, mencegah, dan merespons masalah terkait NAPZA. Sekolah harus menjadi lingkungan yang aman bagi perkembangan siswa,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tren penyalahgunaan zat adiktif di wilayah Balikpapan menunjukkan peningkatan, terutama di kalangan remaja. Kasus konsumsi alkohol, penggunaan tembakau, hingga percobaan obat terlarang menjadi salah satu alasan Puskesmas menjadikan edukasi NAPZA sebagai program prioritas.
Kegiatan ini memberikan materi seputar klasifikasi NAPZA, dampak kesehatan, tanda dan gejala penyalahgunaan, serta strategi pencegahan. Para guru juga dibekali kemampuan deteksi dini melalui pengenalan perubahan sikap, penurunan prestasi, kedisiplinan, dan perubahan fisik siswa.
“Tujuan utama kami adalah menjadikan guru sebagai agen edukasi dan pendamping yang responsif bagi siswa,” jelas dr. Fattah.
Puskesmas Karang Joang memastikan bahwa program edukasi ini akan menjadi kegiatan berkelanjutan melalui kerja sama dengan sekolah dan UKS. Harapannya, seluruh pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat bersinergi menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi muda. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)






