Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Taman Tiga Generasi di Balikpapan Selatan segera naik kelas. Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan tidak ingin ruang publik ini sekadar indah untuk difoto, tapi sepi dari aktivitas. Mereka menyiapkan strategi besar untuk menyatukan seni, olahraga rekreasi, dan pemberdayaan UMKM agar taman ini terus bernyawa sepanjang tahun.
Kepala Disporapar Kota Balikpapan, C.I. dr. Ratih Kusuma, mengatakan pengembangan berjalan dari pengalaman lama, evaluasi lapangan, hingga desain kolaborasi baru yang lebih luas.
“Sebelum-sebelumnya, kami sudah ajak pelaku seni bikin kegiatan di Taman Tiga Generasi. Tempatnya bagus. Tapi setelah kami survei, taman ini memang butuh kerjasama lintas sektor, mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga komunitas di lapangan,” ujar Ratih pada Senin (24/11/2025).
Ratih menilai, pembangunan ruang publik tidak bisa lagi mengandalkan satu institusi. Disporapar merancang pengelolaan berbasis lintas peran: kelurahan dan kecamatan mengurus aktivasi ekonomi kreatif, komunitas seni mengisi event budaya, sementara sektor olahraga rekreasi menjadi motor sport tourism.
Bagian itu, menurut Ratih, akan Disporapar hidupkan bersama Kormi dan KORMI Kaltim lewat pendekatan olahraga berbasis wisata.
“Kalau kami bicara sport tourism, kami bakal ajak Kormi lewat KORMI Balikpapan. Mereka akan bantu siapkan instruktur. Supaya kegiatan olahraga rekreasi di taman ini terus hidup,” jelasnya.
Duta Baru Pariwisata Ada di Ruang Publik
Konsep “destinasi buatan” jadi fondasi utama Disporapar. Ratih ingin meniru roh aktivasi Taman Bekapai, yang sukses jadi ikon urban tourism, namun dengan karakter wilayah Balikpapan Selatan yang lebih selaras dengan komunitas lokal, keluarga, dan pelaku seni pinggiran kota.
Jika Bekapai menjadi wajah pariwisata kota di Balikpapan Kota, maka Taman Tiga Generasi akan jadi etalase baru urban tourism di Balikpapan Selatan.
“Nanti akan jadi destinasi buatan seperti di Taman Bekapai, cuma beda letak. Di Bekapai kan di Balikpapan Kota, sementara Taman Tiga Generasi ini ada di Balikpapan Selatan,” terang Ratih.
Namun, ia menggarisbawahi, ikon baru butuh ekosistem baru. Karena itu, Disporapar gandeng UMKM lewat kecamatan, ajak branding bareng Forum Ekonomi Kreatif Kecamatan, dan manfaatkan Forum Ekonomi Kreatif untuk memasarkan identitas taman sebagai ruang aktivitas yang konsisten.
“Kalau ada UMKM, kami juga libatkan kecamatan. Mereka punya Forum Ekonomi Kreatif untuk membranding bareng. Pelaku seni dan event-event juga bisa jalan di sini. Tapi syaratnya penerangan, lampu, dan listrik harus cukup,” tegasnya.
Seni Jadi Denyut, UMKM Jadi Nafas Ekonomi
Bagi Disporapar, menghidupkan taman berarti memindahkan panggung ke akar komunitas. Musisi lokal, sanggar, penari, hingga kreator event pemula akan Disporapar rangkul untuk tampil di venue hijau ini, dengan dukungan lintas sektor agar legalitas, keamanan, hingga promosi event bisa berjalan sinkron.
UMKM juga mendapat ruang yang sama besarnya. Disporapar tidak ingin usaha mikro jadi pelengkap, tapi pemeran utama penggerak keramaian taman. Skema pelibatan bukan hanya pada bazar musiman, melainkan branding bersama yang terintegrasi lewat kekuatan kecamatan dan komunitas ekonomi kreatif. (yad/ADV/DPOP Balikpapan)






