Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus meneguhkan komitmennya membangun sektor pariwisata yang berkembang pesat tanpa kehilangan ruh budaya masyarakatnya. Semangat itu kembali ditegaskan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, saat menyoroti dinamika pertumbuhan kegiatan wisata di kawasan Pantai Kilang Mandiri.
Pantai yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Balikpapan Kota ini, kini semakin ramai menjadi ruang kreativitas warga, mulai dari aktivitas komunitas hingga konser musik. Ratih menyampaikan dukungan penuh atas geliat positif tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat dan pengelola dalam menghidupkan destinasi wisata merupakan modal besar yang selaras dengan visi pembangunan kota.
“Semua perkembangan destinasi saya dukung. Yang terpenting, kearifan lokalnya tetap dijaga, madinatul imannya, termasuk cara berpakaian dan sikap di area wisata,” ujar Ratih pada Jumat (21/11/2025).
Disporapar, kata dia, melihat peningkatan jumlah kunjungan sebagai sinyal kebangkitan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di Balikpapan. Namun pertumbuhan itu, lanjut Ratih, harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan kenyamanan publik. Karena itu, edukasi kebersihan dan pengelolaan sampah terus digaungkan Dinas, agar panorama Pantai Kilang yang memesona tetap lestari.
Pantai Kilang dikenal menghadirkan hamparan pasir putih halus, laut terbuka, serta langit jingga saat senja yang menjadi kebanggaan baru ruang wisata perkotaan. Dengan jarak hanya sekitar 1,9 kilometer dari pelabuhan Semayang, lokasinya strategis dan mudah diakses, khususnya bagi wisatawan yang berada di jantung Kota Minyak. Kedekatannya dengan Pantai Banua Patra dan Kemala Beach juga menjadikannya simpul wisata pantai yang bisa dinikmati sekaligus dalam sekali perjalanan.
Di atas lanskap sederhana itu, tumbuh ruang-ruang hangat seperti musholla, kios UMKM, hingga penyewaan bean bag dan payung warna-warni yang serasi dengan karakter Balikpapan: ramah, inklusif, dan menenangkan. Ratih menyebut, suasana healing dan hospitality di Pantai Kilang merupakan aset penting, dan harus terus dipertahankan.
Hospitality pulalah, yang menurutnya menjadi salah satu magnet terbesar pariwisata Balikpapan. “Petugas yang ramah dan melayani dengan baik membuat pengunjung betah dan ingin kembali lagi,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pengelolaan kegiatan hiburan agar semakin tertata dari aspek keselamatan. Ratih mencontohkan standar pengelolaan di kawasan Balikpapan Sport and Business (BSB), yang dinilai rapi dengan panggung dan zonasi yang jelas, sebagai referensi praktik baik bagi destinasi wisata yang juga menghadirkan event besar seperti konser.
“Ketika ada konser, konsepnya tetap harus safety. Masyarakat silakan berkreasi, tapi perlu memperhatikan lokasi dan fasilitasnya,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ratih turut mengapresiasi fasilitas Pantai Kilang yang kian membaik dan mendukung aktivitas pengunjung, mulai dari parkir, area istirahat, hingga ruang UMKM bagi pelaku usaha lokal. Ia juga mendorong pentingnya pengaturan tarif masuk yang adil, wajar dan dikelola secara transparan, sehingga bisa mendukung keberlanjutan destinasi.
Dengan semua potensi dan pengelolaan yang terus diperkuat, pemerintah optimistis Pantai Kilang Mandiri bukan hanya menjadi destinasi yang ramai dikunjungi, tetapi ruang wisata yang memantulkan karakter masyarakat Balikpapan, kota yang membangun dengan hati, maju dengan santun, dan berkembang dengan identitas.
Pemkot Balikpapan berharap Pantai Kilang terus tumbuh sebagai panggung kebersamaan warga dan wisatawan; tempat di mana ekonomi bergerak, kreativitas bersemi, kebersihan membudaya, serta kearifan lokal tetap menjadi napas utamanya, sebuah harmoni wisata yang bisa menjadi inspirasi bagi kawasan lain di Indonesia. (yad/ADV/DPOP Balikpapan)







