Dewan Minta Penanganan Anak Jalanan Tidak Hanya Razia Saat Ramadan

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Maraknya anak jalanan (anjal) dan gelandangan pengemis (gepeng) yang kembali terlihat di sejumlah persimpangan lampu merah selama bulan suci Ramadan mendapat sorotan dari DPRD Kota Balikpapan.

Penanganan persoalan tersebut dinilai tidak cukup hanya melalui razia sementara.

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sofyan Jufri, mengatakan setiap Ramadan fenomena meningkatnya aktivitas anak jalanan hampir selalu terjadi, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan bahwa pendekatan penertiban saja belum mampu menyelesaikan akar masalah.

“Setiap Ramadan kita melihat jumlah anak jalanan bertambah. Kalau hanya dirazia lalu dilepas lagi, masalah ini akan terus berulang,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Balikpapan, Selasa (10/3/2026).

Dia menilai keberadaan anak-anak di jalan raya memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan mereka, sekaligus dapat membahayakan pengguna jalan. Selain itu, aktivitas meminta-minta di jalan dinilai tidak memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak.

Karena itu, Sofyan mendorong pemerintah kota melakukan penanganan yang lebih komprehensif melalui kolaborasi lintas sektor. Dinas Sosial, Satpol PP, Dinas Pendidikan, serta pemerintah kelurahan diharapkan dapat bekerja bersama untuk melakukan pendataan dan pembinaan secara berkelanjutan.

“Harus ada pembinaan, pendampingan keluarga, dan solusi ekonomi bagi orang tuanya. Kita perlu mengetahui akar masalahnya, apakah karena faktor ekonomi, lingkungan, atau kurangnya pengawasan keluarga,” jelasnya.

Komisi IV DPRD Balikpapan, lanjutnya, siap mendukung penguatan program perlindungan anak serta pemberdayaan keluarga kurang mampu melalui pengawasan anggaran maupun kebijakan yang diperlukan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan uang secara langsung kepada anak jalanan di lampu merah. Menurutnya, kebiasaan tersebut justru berpotensi membuat anak-anak terus berada di jalan.

“Kalau ingin berbagi di bulan Ramadan, sebaiknya melalui lembaga resmi atau program sosial yang jelas, sehingga bantuan bisa lebih tepat sasaran,” katanya.

Sofyan berharap pemerintah kota dapat segera merumuskan langkah cepat sekaligus strategi jangka panjang agar persoalan anak jalanan di Balikpapan tidak terus terulang setiap tahun.

“Anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mereka harus mendapatkan perlindungan dan kesempatan untuk masa depan yang lebih baik,” tutupnya. (ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *