lintaskaltim.com, SAMARINDA – Momentum Ramadan dimanfaatkan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) untuk memperkuat kolaborasi dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung percepatan sertifikasi aset infrastruktur ketenagalistrikan yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Rapat Koordinasi dan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan pada Kamis (05/03) di Samarinda.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Kalimantan Timur, Deni Ahmad Hidayat, S.H., M.H., beserta seluruh Kepala Kantor Pertanahan kabupaten/kota di wilayah kerja BPN Kalimantan Timur dan jajaran. Dari PLN, kegiatan dihadiri oleh Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP KLT, Raditya Kuntoro yang mewakili General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, serta para Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) di lingkungan PLN UIP KLT atau yang mewakili.
Dalam sambutannya, Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP KLT, Raditya Kuntoro, menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara PLN dan BPN dalam mendukung percepatan proses sertifikasi aset infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Kalimantan Timur.
Menurut Raditya, keberhasilan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembangunan fisik semata, tetapi juga oleh kepastian hukum terhadap aset yang digunakan dalam pembangunan tersebut. Oleh karena itu, kerja sama yang erat dengan BPN menjadi faktor penting dalam memastikan setiap aset kelistrikan dapat tersertifikasi dengan baik dan memiliki perlindungan hukum yang kuat.
“Melalui forum koordinasi ini, kami berharap sinergi antara PLN dan BPN dapat terus diperkuat, khususnya dalam mendukung percepatan proses sertifikasi aset yang menjadi bagian penting dalam pengamanan aset negara sekaligus mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai tantangan yang muncul di lapangan dapat kita selesaikan bersama secara konstruktif,” ujar Raditya.
Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam bulan Ramadan, seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menjaga amanah, sejalan dengan komitmen PLN dalam memastikan setiap proses pengamanan aset dilaksanakan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari kedua belah pihak, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan capaian sertifikasi aset PLN di wilayah kerja BPN Kalimantan Timur serta pembahasan berbagai isu yang dihadapi dalam proses pengadaan dan sertifikasi aset. Melalui forum diskusi tersebut, setiap isu yang disampaikan oleh PLN dibahas secara komprehensif dan ditanggapi langsung oleh jajaran BPN Kalimantan Timur guna mencari solusi bersama yang konstruktif.
Secara terpisah, General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyampaikan bahwa sinergi antara PLN dan BPN memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional.
“Koordinasi yang baik antara PLN dan BPN menjadi faktor penting dalam memastikan proses sertifikasi aset berjalan dengan lancar. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan pengamanan aset negara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelas Basuki.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan BPN dalam membantu proses pengamanan aset ketenagalistrikan, pada akhir kegiatan dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada jajaran BPN yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan sertifikasi aset PLN. Selain itu, Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP KLT, Raditya Kuntoro, juga menyerahkan plakat kepada Kepala Kantor Wilayah BPN Kalimantan Timur sebagai simbol penguatan kolaborasi antara kedua institusi.
Kepala Kantor Wilayah BPN Kalimantan Timur, Deni Ahmad Hidayat, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara BPN dan PLN dalam mendukung pengamanan aset ketenagalistrikan yang menjadi bagian penting dari pembangunan infrastruktur strategis di daerah.
Menurutnya, koordinasi yang baik antara kedua institusi menjadi kunci dalam memastikan proses sertifikasi aset dapat berjalan secara efektif, tertib administrasi, serta memberikan kepastian hukum terhadap aset negara.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap koordinasi antara BPN dan PLN dapat terus ditingkatkan sehingga proses sertifikasi aset dapat berjalan lebih optimal. Dengan sinergi yang kuat, berbagai tantangan di lapangan dapat diselesaikan bersama dan pada akhirnya mampu mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Deni. (*)






