Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pembahasan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2027 di DPRD Kota Balikpapan diwarnai kritik terhadap minimnya inovasi dalam usulan program sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sufyan Jufri, menilai banyak rencana kerja yang diajukan masih didominasi kegiatan rutin dan operasional tanpa menghadirkan terobosan baru.
Sorotan tersebut disampaikan Sufyan saat pembahasan RKPD bersama mitra kerja Komisi IV. Menurutnya, sejumlah usulan yang diajukan OPD bahkan tidak menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Dari usulan yang kami lihat, sebagian besar masih berisi kegiatan operasional yang sifatnya rutinitas. Bahkan terkesan hanya melanjutkan pola perencanaan yang sama dari tahun ke tahun,” ujarnya usai rapat, Selasa (23/6/2026).
Sufyan menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena perencanaan pembangunan daerah seharusnya mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. OPD, kata dia, dituntut tidak hanya menjalankan program rutin, tetapi juga menghadirkan inovasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan pelayanan publik.
Menurutnya, pembahasan RKPD merupakan momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki arah pembangunan daerah. Karena itu, setiap program yang diusulkan harus memiliki target yang jelas, terukur, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan DPRD pada prinsipnya siap mendukung program-program OPD, termasuk dari sisi penganggaran, selama usulan tersebut disusun secara matang dan memberikan manfaat yang jelas bagi masyarakat.
“Kalau programnya logis, terukur, dan berdampak positif, tentu kami akan mendukung. Yang kami dorong adalah adanya pembaruan dan inovasi agar pembangunan daerah bisa berjalan lebih efektif,” tegasnya.
Sufyan berharap kritik yang disampaikan dalam pembahasan RKPD 2027 dapat menjadi bahan evaluasi bagi OPD untuk meningkatkan kualitas perencanaan ke depan. Menurutnya, sinergi antara legislatif dan eksekutif perlu dibangun melalui perencanaan yang visioner agar kebijakan pembangunan benar-benar mampu menjawab harapan masyarakat Balikpapan. (ADV/DPRD Balikpapan)












