Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN — Puskesmas Margo Mulyo melaksanakan kegiatan pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) Nelayan Pesisir, sebuah program inovatif untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah Balikpapan Barat. Acara yang berlangsung di Kampung Nelayan Pesisir ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dan Lurah Margo Mulyo, Aji Syarifah.
Kepala Puskesmas Margo Mulyo, Dekrita Ria Hanani, menjelaskan bahwa pembentukan Pos UKK merupakan langkah strategis untuk memberdayakan komunitas nelayan.
“Nelayan adalah tulang punggung perekonomian pesisir, tetapi sering kali mereka kurang mendapat perhatian dalam hal kesehatan kerja. Pos UKK hadir untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah diakses, mulai dari pemeriksaan rutin hingga penyuluhan tentang cara hidup sehat,” ujar Dekrita.
Dekrita menambahkan, Pos UKK ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai wadah edukasi. “Melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, kami berupaya melindungi nelayan dari risiko kesehatan akibat kerja, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka secara menyeluruh,” imbuhnya.
Pembentukan Pos UKK dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan nelayan setempat, termasuk risiko kesehatan yang mereka hadapi. Sosialisasi mengenai manfaat Pos UKK dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
Fasilitas Pos UKK meliputi peralatan medis dasar, seperti kit P3K, alat pengukur tinggi dan berat badan, serta meja dan lemari obat. Selain itu, kader dari kalangan nelayan sendiri dilatih untuk menjalankan kegiatan di Pos UKK, sehingga menciptakan rasa kepemilikan yang kuat di kalangan komunitas.
Beberapa kegiatan yang direncanakan meliputi pemeriksaan kesehatan rutin, penyuluhan tentang kesehatan kerja dan gizi, serta penyediaan obat-obatan dasar untuk penanganan kasus ringan. Kolaborasi dengan Puskesmas Margo Mulyo akan dilakukan untuk penanganan kasus kesehatan yang lebih serius.
Lurah Margo Mulyo, Aji Syarifah, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. “Kami berharap Pos UKK dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kualitas hidup nelayan. Dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan program ini,” kata Aji.
Dinas Kesehatan Kota Balikpapan juga menyatakan komitmennya untuk terus memonitor dan mengevaluasi kegiatan Pos UKK agar program ini berjalan sesuai tujuan.
Melalui pembentukan Pos UKK, Dekrita berharap angka risiko kesehatan nelayan dapat ditekan, dan komunitas nelayan menjadi lebih sadar akan pentingnya kesehatan kerja. “Ini adalah investasi kesehatan jangka panjang untuk masyarakat pesisir, yang pada akhirnya juga akan mendukung keberlanjutan ekonomi wilayah ini,” pungkasnya.
Program Pos UKK di Kampung Nelayan Pesisir menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Balikpapan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan merata bagi semua kalangan masyarakat. (*)







