TANJUNG REDEB – Kunjungan kerja (kunker) Ketua DPRD Berau, Madri Pani, ke Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, mengungkapkan serangkaian keluhan masyarakat terkait abrasi, infrastruktur jalan, dan konektivitas internet yang minim.
Madri Pani menjelaskan bahwa kunker ke Maratua bertujuan untuk mendengar langsung aspirasi warga di salah satu pulau terluar Indonesia tersebut.
“Di usia Indonesia yang hampir mencapai 79 tahun, masih ada daerah di Berau yang kesulitan dengan jaringan internet,” ujarnya dengan keprihatinan.
Politisi ini juga mengkritik fokus pemerintah daerah yang lebih mengutamakan pemasangan ribuan wifi di perkotaan, sementara daerah pedesaan masih kekurangan infrastruktur mendasar.
“Sebagai wakil rakyat, saya ingin membantu agar usulan-usulan ini dari masyarakat segera terealisasi,” tambahnya.
Madri Pani menegaskan bahwa DPRD Berau akan terus mendorong Pemkab Berau untuk menangani persoalan abrasi di Pantai Teluk Harapan dengan membangun pemecah gelombang.
“Maratua sebagai destinasi wisata unggulan Bumi Batiwakkal masih jauh dari harapan, baik dari segi infrastruktur maupun pelayanan dasar seperti air bersih dan jaringan internet yang terjangkau,” paparnya dengan keseriusan.
Keluhan dari Ketua RT 02 Kampung Teluk Harapan, Imarsyah, terkait abrasi yang mengancam pasokan air bersih di kampungnya, juga menjadi perhatian serius dalam kunker ini.
“Kami minta perhatian serius dari pemerintah untuk menangani abrasi ini,” ungkap Imarsyah dalam diskusi dengan Madri Pani.
Dengan sorotan tajam terhadap masalah infrastruktur dan teknologi di Maratua, Madri Pani menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa kebutuhan mendasar masyarakat terpenuhi dengan baik, menjelang ulang tahun ke-79 kemerdekaan Indonesia. (adv)












