Lintaskaltim.com, MUARA WAHAU – Dalam upaya mendorong penyelesaian pembangunan sistem interkoneksi Kalimantan Timur-Kalimantan Utara, PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) melalui PLN Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 2 (UPP KLT 2) memulai tahap pra-konstruksi infrastruktur jaringan listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV Sangatta – Muara Wahau. Langkah awal ini ditandai dengan pembentukan Tim Gabungan untuk mempercepat proses identifikasi dan inventarisasi tanah yang akan menjadi lokasi tower SUTT 150kV tersebut.
General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar, menekankan pentingnya kegiatan identifikasi dan inventarisasi ini. Proses ini bertujuan untuk memastikan transparansi PLN kepada masyarakat, serta sebagai dasar perhitungan ganti rugi terhadap tanah milik warga yang akan dibebaskan.
“Sebagai bentuk komitmen PLN UIP KLT dalam menyelesaikan interkoneksi sistem kelistrikan Kaltim-Kaltara, kami telah memulai tahapan pra-konstruksi dengan identifikasi kepemilikan dan inventarisasi tanah, bangunan, serta tanaman yang berada di lokasi tower yang akan dibangun. Data ini nantinya akan digunakan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk menetapkan besaran kompensasi yang harus dibayarkan PLN kepada masyarakat pemilik lahan,” jelas Raja.
Raja juga menambahkan bahwa dengan turunnya Tim Gabungan, identifikasi dan inventarisasi untuk total 326 tapak tower pada jalur ini diharapkan selesai pada pertengahan Agustus.
“Dari 326 tapak tower, 241 di antaranya berada di 18 desa dari 7 kecamatan. Inventarisasi telah dimulai sejak 15 Juli dan akan berlangsung hingga 26 Juli 2024. Dengan 7 tim gabungan yang bekerja, kami optimis kegiatan ini selesai tepat waktu,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaan inventarisasi, Tim Gabungan menghadapi beberapa tantangan, termasuk kondisi geografis yang ekstrim dan kebutuhan untuk menggeser beberapa titik tower karena alasan teknis. Meski demikian, hal ini tidak menyurutkan semangat para pejuang kelistrikan dalam menyelesaikan pembangunan jaringan transmisi ini.
Raja juga mengapresiasi peran stakeholder dalam pelaksanaan identifikasi dan inventarisasi ini. Menurutnya, kelancaran kegiatan ini tidak lepas dari kerja sama dan dukungan penuh dari Pemerintah Desa dan Kecamatan setempat. Selain itu, dirinya juga memuji kerja keras serta kerja cerdas para pejuang listrik yang melaksanakan kegiatan di lapangan.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat, seluruh aparat desa, dan kecamatan yang telah mendukung penuh seluruh tahapan kegiatan pembangunan SUTT 150kV Sangatta – Muara Wahau. Semoga dukungan ini terus diberikan kepada kami sampai interkoneksi sistem kelistrikan Kaltim-Kaltara terselesaikan,” tutup Raja. (*)








