Tanjung Redeb, – Kabupaten Berau memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, yang terdiri dari tiga suku asli, yakni Banua, Bajau, dan Dayak, atau yang lebih dikenal dengan sebutan BaBaDa. Masing-masing suku ini memiliki budaya yang kaya, termasuk kuliner dan tarian khas yang perlu diperkenalkan lebih luas.
Pjs Bupati Berau, Sufian Agus, mengungkapkan pentingnya promosi budaya sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya tersebut, serta mengenalkannya kepada generasi muda dan masyarakat luar.
Dalam berbagai kesempatan, terutama saat menghadiri upacara atau kegiatan kebudayaan di kampung-kampung, Pjs Bupati Sufian Agus menegaskan bahwa promosi budaya adalah langkah penting dalam melestarikan tarian dan kuliner khas suku Bajau, yang harus dikenal oleh masyarakat, terutama generasi muda serta pendatang di Berau.
“Promosi merupakan salah satu upaya kita bersama dalam menjaga dan melestarikan makanan serta tarian khas Bajau, yang sudah semestinya diketahui oleh para generasi muda maupun pendatang di daerah ini,” ujar Sufian Agus.
Bupati berharap, selain sebagai bagian dari pelestarian budaya, kuliner dan tarian khas ini dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai usaha yang dapat memberikan keuntungan serta kesejahteraan bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar dalam pengemasannya, masyarakat bisa lebih kreatif dan inovatif, baik dalam menciptakan olahan makanan maupun tarian, namun tetap menjaga keaslian budaya tersebut.
“Kita buat semenarik mungkin, sehingga diminati masyarakat maupun wisatawan,” tambahnya.
Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Pjs Bupati Sufian Agus juga mengingatkan pentingnya peran aktif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau untuk terus mendampingi dan memberdayakan masyarakat dalam mengembangkan kuliner dan tarian khas, agar budaya tersebut tidak punah tergerus zaman.
Ia mendorong agar budaya khas suku Bajau, seperti Mag Jamu dan Mag LamiLami, dapat terus dipromosikan dan semakin dikenal oleh masyarakat luas.
“Selain itu, kebudayaan khas Bajau seperti Mag Jamu dan Mag LamiLami juga harus terus dipromosikan agar tetap lestari dan dikenal secara luas. Kita tidak boleh berhenti hanya pada momentum perlombaan, tetapi penting untuk merumuskan strategi promosi yang berkelanjutan, agar budaya ini tetap eksis di tengah gempuran inovasi makanan dan tarian yang semakin beragam,” jelasnya.
Pjs Bupati juga menegaskan komitmen Pemkab Berau untuk terus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat, terutama melalui usaha berbasis kearifan lokal. Dengan memanfaatkan potensi budaya yang dimiliki oleh suku-suku asli Berau, diharapkan akan terbuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Pemkab Berau berkomitmen kuat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis kearifan lokal. Dengan begitu, budaya dan kuliner khas suku BaBaDa dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” tutup Sufian Agus.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kebudayaan khas Kabupaten Berau, terutama yang dimiliki oleh suku BaBaDa, dapat terus lestari dan dikenal luas, serta menjadi bagian dari daya tarik wisata dan ekonomi lokal yang berkembang.(adv)









