Pjs Bupati Berau Hadiri FGD Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Sektor Pertambangan di Balikpapan

Balikpapan, – Pjs Bupati Berau, Sufian Agus, menghadiri Forum Group Discussion (FGD) mengenai Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, yang digelar di Hotel Novotel Balikpapan. FGD ini bertujuan untuk menyelaraskan program-program PPM di sektor pertambangan dengan rencana pembangunan daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Mengangkat tema Mewujudkan Sinkronisasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara dengan Rencana Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Timur”, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten 2 Setda Provinsi Kalimantan Timur, Ujang Rahmad. Dalam sambutannya, Ujang Rahmad menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, sektor usaha pertambangan, dan masyarakat dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.

“Penting untuk memastikan bahwa kegiatan pertambangan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi perekonomian daerah dan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat, terutama yang berada di sekitar lokasi pertambangan,” ujar Ujang Rahmad.

Pjs Bupati Berau, Sufian Agus, memberikan apresiasi terhadap diselenggarakannya FGD ini. Menurutnya, forum ini merupakan langkah penting untuk menciptakan sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam pengelolaan potensi sumber daya alam, terutama di sektor pertambangan.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena sangat relevan dengan rencana pembangunan jangka panjang Kabupaten Berau, yang tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan,” ungkap Sufian Agus.

FGD ini bertujuan untuk menyelaraskan berbagai program PPM di sektor pertambangan mineral dan batubara dengan rencana pembangunan daerah. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah daerah, perusahaan pertambangan, akademisi, dan tokoh masyarakat. Diskusi berjalan dinamis dengan berbagai masukan konstruktif, terutama mengenai integrasi kebijakan dan program yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah bagaimana memaksimalkan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan, pengembangan usaha lokal, dan peningkatan akses ke lapangan pekerjaan yang terkait dengan sektor pertambangan.

Selain itu, para peserta juga membahas pentingnya pengawasan yang ketat terhadap kegiatan pertambangan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Diskusi ini mengarah pada perlunya evaluasi yang lebih intensif dalam implementasi program-program PPM.

Melalui forum ini, diharapkan dapat tercipta sinkronisasi yang lebih baik antara kebijakan pembangunan daerah dan program-program PPM di sektor pertambangan. Dengan demikian, kegiatan pertambangan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak langsung oleh kegiatan usaha pertambangan.

“Forum seperti ini sangat penting untuk memperkuat kerja sama antara semua pihak terkait, agar pengelolaan sektor pertambangan dapat berjalan seiring dengan upaya pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan,” tutup Sufian Agus.

Dengan adanya FGD ini, diharapkan bisa terwujud pembangunan yang inklusif, di mana sektor pertambangan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung pemberdayaan masyarakat lokal dan menjaga keberlanjutan lingkungan di Kalimantan Timur.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *