Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan tren penurunan selama tiga tahun terakhir. Pada 2022, TPT berada di angka 5,71 persen, turun menjadi 5,31 persen pada 2023, dan kembali turun menjadi 5,14 persen pada 2024.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Rozani Erawadi, menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari meningkatnya kontribusi sektor-sektor strategis, khususnya pertanian, pertambangan, dan sektor jasa.
“Sektor jasa, termasuk reparasi pedagang dan eceran, mulai mendominasi. Kenaikan ini juga bisa dikaitkan dengan efek keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) di wilayah ini,” jelasnya.
Rozani juga menyoroti dampak positif dari proyek pembangunan IKN terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi.
“Saat ini, berdasarkan survei BPS, ada sekitar 30 ribu pekerja yang terserap di sektor konstruksi. Ini angka yang signifikan dan mencerminkan potensi besar dari proyek ini,” tambahnya.
Untuk mendukung penurunan angka pengangguran, Disnakertrans Kaltim aktif melakukan berbagai program, seperti pelatihan tenaga kerja, penyelenggaraan job market fair, serta pendampingan kepada perusahaan dalam penyusunan peraturan dan skala upah.
“Pendekatan ini bertujuan menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan memaksimalkan serapan tenaga kerja,” ujarnya.
Rozani berharap kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan, terutama dalam pelaporan kebutuhan tenaga kerja.
“Kami perlu data akurat untuk mengetahui jenis jabatan apa saja yang membutuhkan tenaga kerja, agar bisa menyusun strategi lebih baik ke depannya,” terangnya.
Dengan beragam upaya ini, Kalimantan Timur optimistis bisa terus menekan angka pengangguran dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas, terutama seiring dengan pembangunan masif di kawasan IKN. (Djo)







