Pembukaan Pelatihan Fisik NPCI di Balikpapan, DPOP : Cetak Pelatih Berkualitas

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) menggelar pelatihan pelatih fisik di Kota Balikpapan pada Rabu (8/10/2025) di Aula Town House Balikpapan. Dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua NPCI Kaltim, Suharyanto.

Dalam pelatihan pelatih fisik kali ini juga menghadirkan langsung pelatih berpengalaman yakni Kelana Sukma. Hal ini membawa semangat baik bagi para peserta yang terdiri dari Pengurus NPCI, Ikatan Guru Olahraga dan SLB se-Kabupaten/Kota di Kaltim.

“Saya termasuk yang mengikuti kegiatan pelatihan fisik ini. Tentu tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan ilmu kepelatihan terkini. Khususnya terkait metode pelatihan fisik yang efektif, aman dan sesuai kebutuhan atlet,” kata Ansar, Wakil Sekretaris NPCI Balikpapan sekaligus Administrasi Umum Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (DPOP) Balikpapan.

Diketahui untuk NPCI Balikpapan dan Kaltim menaungi 13 cabang olahraga (cabor). Seperti renang, badminton hingga atletik. Kegiatan pelatihan pelatih fisik ini juga bertujuan untuk mencetak pelatih yang berkualitas kesempatan bagi para atlet yang ingin naik tingkat menjadi pelatih. Apalagi tak lama lagi para atlet harus menyiapkan diri untuk ajang Pekan Paralympic Provinsi Kaltim Tahun 2026 mendatang.

“Kami juga sebenarnya untuk persiapan Pepaprov Tahun 2026. Makanya ada beberapa atlet yang sadar dan ingin ikut pelatihan fisik, jadi naik kelas jadi pelatih,” tutur.

Ansar berharap Kota Balikpapan kembali menjadi juara umum seperti yang diraih pada Peparov tahun 2022 lalu.

“Semua cabor kami menjadi andalan. Jadi harapan kami untuk Pepaprov tahun 2026 nanti kita peringkat pertama, karena Peparov tahun 2022 lalu kita peringkat pertama dan juara umum di semua cabang olahraga,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua NPCI Kaltim, Suharyanto mengatakan kegiatan pelatihan pelatih fisik ini sangat penting untuk para pelatih atlet disabilitas. Sebab metode yang diterapkan tentu berbeda dengan metode kepelatihan fisik seperti biasanya.

“Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan di masing-masing cabor. Dalam pelatihan ini kami ingin ada pelatih-pelatih yang kami harapkan. Contoh pelatih sekarang ini ada yang menggunakan teknologi-teknologi, jadi tidak hanya fisik atau postur saja jadi banyak hal teknisnya. Kami berharap para peserta bisa mengambil ilmu kepelatihan yang diajarkan. Tolong disimak betul-betul dan belajar betul-betul,” pungkasnya. (yad/ADV/DPOP Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *