Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN — PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) terus memperkuat perannya sebagai pelabuhan strategis penopang ekonomi Kalimantan Timur dengan melaksanakan dua proyek infrastruktur penting: extension sitting plate dan leveling causeway. Kedua pekerjaan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas penumpukan peti kemas, sekaligus memperkuat aspek keselamatan operasional dan efisiensi logistik.
Direktur Utama sekaligus Plh Direktur Operasi dan Teknik PT KKT, Enriany Muis, menjelaskan bahwa kedua proyek tersebut merupakan bagian dari program peningkatan fasilitas pelabuhan agar mampu melayani arus barang yang semakin meningkat.
“Pekerjaan extension sitting plate kami lakukan untuk menambah kapasitas lapangan penumpukan. Dengan struktur beton tambahan ini, area penumpukan menjadi lebih efisien dan mampu menampung lebih banyak kontainer,” ujarnya.
Sebelum dilakukan perpanjangan, sitting plate eksisting hanya mampu menampung lima baris (row) peti kemas dengan kapasitas sekitar 300 TEUs per blok. Melalui penambahan satu baris tambahan di kedua ujungnya, kapasitas meningkat menjadi 360 TEUs per blok, atau naik sekitar 20 persen.
“Selain efisiensi ruang meningkat, potensi pendapatan perusahaan juga bertambah,” tambah Enriany.
Proyek extension sitting plate mencakup seluruh area penumpukan peti kemas dan ditargetkan rampung akhir tahun 2025.
Selain itu, KKT juga melaksanakan leveling causeway peninggian dan perataan jalan penghubung menuju trestle yang menjadi jalur utama truk pengangkut peti kemas.
Menurut Enriany, perbedaan elevasi antara causeway dan trestle sebelumnya kerap menyebabkan hentakan keras saat kendaraan bermuatan berat melintas, berisiko merusak peralatan dan memperlambat proses bongkar muat.
“Dengan leveling causeway, kami ingin menghilangkan potensi hentakan itu. Struktur baru dirancang lebih kuat dan tahan terhadap tekanan berat kendaraan operasional,” jelasnya.
Pekerjaan dilakukan bertahap agar tidak mengganggu aktivitas pelabuhan. Upaya ini sekaligus menjadi langkah preventif untuk mencegah kerusakan berulang di masa mendatang.
Enriany menegaskan, hasil dari peningkatan infrastruktur ini sudah mulai terlihat. Area penumpukan kini lebih tertata, mobilitas truk terminal lebih lancar, dan aktivitas bongkar muat berlangsung lebih efisien.
“Pelabuhan adalah simpul penting dalam rantai pasok logistik. Karena itu, kami terus melakukan inovasi agar layanan KKT tetap kompetitif dan aman,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan infrastruktur pelabuhan merupakan bagian dari strategi KKT dalam mendukung konektivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah, terutama menjelang meningkatnya aktivitas industri dan logistik di Kalimantan.
“Pekerjaan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi pondasi penting bagi peningkatan produktivitas dan daya saing pelabuhan di masa depan,” tutup Enriany. (*)






