Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Upaya pengendalian Diabetes Melitus (DM) di wilayah kerja Puskesmas Kariangau semakin diperkuat seiring masih rendahnya kesadaran masyarakat melakukan deteksi dini.
Perawat Puskesmas Kariangau, Haslinda, mengungkapkan bahwa meskipun tahun ini tercatat terjadi penurunan kasus, dari 384 pasien pada 2024 menjadi 178 pasien pada 2025, tantangan dalam meningkatkan perilaku hidup sehat masih besar.
“Paling banyak yang mengalami diabetes adalah warga usia di atas 40 tahun. Namun kesadaran untuk rutin memeriksakan gula darah masih rendah, sering kali karena masyarakat merasa sehat atau tidak merasakan gejala,” katanya kepada wartawan, Sabtu (15/11/2025).
Layanan penanganan DM di Puskesmas dijalankan secara terintegrasi melalui program Prolanis BPJS. Para pasien mendapatkan konsultasi medis, obat-obatan, edukasi, serta pemantauan rutin mencakup pemeriksaan gula darah, tekanan darah, hingga penyesuaian terapi.
“Sebagian besar pasien cukup patuh menjalani kontrol bulanan,” ujar Haslinda. Dalam kasus komplikasi, Puskesmas tetap melakukan pemeriksaan lanjutan dan pengelolaan penyakit penyerta seperti hipertensi.
Jika membutuhkan perawatan lebih lanjut, lanjut dia pasien akan dirujuk ke rumah sakit atau fasilitas spesialis. Namun untuk pemeriksaan HbA1c, Puskesmas bekerja sama dengan laboratorium jejaring seperti Pramita dan Prodia.
Edukasi menjadi pilar utama pencegahan. Puskesmas secara rutin melaksanakan penyuluhan, konseling gizi, kegiatan senam, pemeriksaan gratis, serta publikasi informasi kesehatan melalui media digital. Selain itu, kelompok Prolanis dimanfaatkan untuk koordinasi kegiatan dan pendampingan pasien.
Haslinda menilai sejumlah kendala masih perlu mendapat perhatian, seperti pemahaman pasien yang belum memadai, kepatuhan terhadap pengobatan, pola makan tidak sehat, hingga budaya masyarakat yang kadang bertentangan dengan anjuran tenaga kesehatan.
“Obat oral tersedia, namun insulin memang belum ada di Puskesmas,” jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan, terutama dalam penguatan fasilitas kesehatan, pemenuhan alat skrining, pembiayaan layanan, dan pelatihan tenaga kesehatan.
“Kami berharap masyarakat semakin mandiri menjaga kesehatannya melalui pola hidup sehat dan rutin melakukan deteksi dini,” ujarnya. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)







