Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Hendrawisata tidak menunggu wisatawan datang, wisatawan yang justru kini mengejar Hendrawisata. Kawasan ekowisata mangrove di Kota Balikpapan ini semakin kuat menempatkan diri sebagai destinasi unggulan, terutama bagi keluarga, pelaku UMKM, dan anak muda yang haus spot estetik.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, C.I. Ratih Kusuma, menyebut Hendrawisata sebagai contoh ekowisata yang tumbuh lewat pemanfaatan alam dan kolaborasi lokal, meski masih bertahap di sisi aktivasi usaha mikro.
“Kami manfaatkan potensi wisata mangrovenya, lalu kami kolaborasi dengan UMKM, walaupun masih terbatas. Tapi konsepnya family, ramah buat keluarga,” ujar Ratih, Kamis (20/11/2025).
Akhir pekan menjadi panggung utama denyut kawasan ini. Track jogging dipenuhi pengunjung yang berjalan santai di bawah rimbun mangrove, sementara teluk perlahan berubah jadi layar pemandangan yang sering diabadikan kamera ponsel dan lensa kreator konten.
“Kalau weekend, Sabtu dan Minggu agak ramai. Ada susur jogging track, ada jogging track tepi teluk, dan ada villa-villa yang sangat menarik,” tambahnya.
Tak hanya di darat, Hendrawisata juga menaruh pengalaman di air sebagai pembeda. Mereka siapkan kapal wisata untuk aktivitas susur teluk, paket lengkap bagi pengunjung yang ingin menyusuri laut Balikpapan dari jarak yang lebih intim dan berbeda dari pantai.
Selain rekreasi keluarga, area ini juga ramai oleh aktivitas produksi konten. Ratih menuturkan, Hendrawisata kini jadi lokasi favorit untuk video promosi, sesi foto kegiatan komunitas, hingga pengambilan gambar senam atau olahraga rekreasi massal.
“Tempat ini hits untuk content creator. Bahkan senam atau pengambilan gambar kegiatan olahraga seperti senam pun sering dilakukan di sini,” katanya.

Event Sudah Bisa Digelar, Kapasitas Minimal 100 Orang
Ratih juga menekankan bahwa Hendrawisata punya modal fasilitas yang layak untuk event komunitas dan wisata olahraga. Area kegiatan di sana bisa tampung minimal 100 orang, dan itu membuka peluang baru bagi sport tourism berbasis edukasi dan keluarga.
Di mata pemerintah kota, ekowisata bukan hanya bicara konservasi, tetapi juga bagaimana orang berkegiatan, berkumpul, dan membawa dampak ekonomi. Semakin ramai kawasan, semakin cepat pula peluang branding dan pembinaan harus berjalan.
Dorong Masuk Pokdarwis, Bidik ADWI
Ratih tidak berhenti pada angka kunjungan. Ia mendorong pengelola segera masuk ke formasi Pokdarwis, agar Disparpora bisa memperkuat sumber daya manusia, kelembagaan, dan promosi secara berkelanjutan. Ratih bahkan sudah siapkan “tiket lanjutan” untuk Hendrawisata: ADWI.
“Saya sarankan pengelola masuk Pokdarwis. Kami siapkan juga untuk ikut ADWI ke depan. Karena saya lihat pengunjungnya sudah ramai, ini berpotensi besar,” jelasnya.
Jika pengelola resmi bergabung, Hendrawisata bisa masuk daftar kampanye wisata edukatif Disparpora, terutama untuk pelatihan pemandu, UMKM tematik, fam trip promosi, hingga atraksi wisata berbasis komunitas.
Identitas Baru Balikpapan, Mangrove yang Bernyawa
Hendrawisata kini bukan lagi sekadar kawasan hijau, tetapi ruang pertemuan generasi, orang tua, anak, UMKM, dan kreator konten. Di sini, mangrove menjadi latar, keluarga menjadi titik utama, dan kegiatan menjadi cerita yang terus diperbarui.
Ratih optimistis, Hendrawisata bisa jadi ikon ekowisata Kota Beriman, jika semua pihak bergerak bareng, berlatih bareng, dan membranding bareng.
“Yang penting, masyarakat bisa beraktivitas nyaman, aman, dan punya pengalaman yang berkesan,” tutup Ratih. (yad/ADV/DPOP Balikpapan)







