Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Grand City Balikpapan, Minggu (23/11/2025), menjadi momentum bagi Anggota DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah, untuk menyoroti persoalan mendesak di sektor kesehatan, yakni masih minimnya tenaga kesehatan di beberapa fasilitas pelayanan publik.
Laisa yang hadir pada acara puncak HKN tersebut menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang berlangsung meriah dan menampilkan berbagai inovasi lewat stan pameran kesehatan.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, ia menegaskan bahwa tantangan di lapangan masih cukup besar, terutama terkait kurangnya SDM kesehatan.
“Bangunan ada, fasilitas ada, tapi tenaganya tidak ada. Ini persoalan yang harus segera diselesaikan. Banyak tenaga kesehatan tersedia, hanya perlu kebijakan dan kesiapan anggaran dari pemerintah daerah,” tegasnya.
Menurut Laisa, penambahan tenaga kesehatan menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kesehatan di Balikpapan dapat berjalan optimal, baik pada layanan kuratif maupun promotif dan preventif.
Langkah ini juga dinilai penting untuk memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), yang menuntut kesiapan layanan kesehatan yang lebih komprehensif.
Meski anggaran kesehatan telah memenuhi alokasi minimal sebesar 10 persen dari APBD, Laisa menilai efisiensi tetap harus dilakukan tanpa mengganggu pelayanan dasar.
Ia memahami bahwa beberapa pembangunan mungkin tertunda akibat kondisi keuangan daerah, namun menegaskan bahwa operasional dan pelayanan rutin tidak boleh berhenti.
“Anggaran kesehatan 10 persen sudah cukup secara regulasi, tapi pemerintah harus memastikan bahwa prioritas terutama yang menyangkut kebutuhan tenaga kesehatan tetap terpenuhi,” ujarnya.
Laisa berharap Dinas Kesehatan dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan memastikan masyarakat Balikpapan mendapatkan pelayanan terbaik.
Dia juga mengapresiasi capaian yang ditampilkan pada pameran HKN, namun menekankan bahwa perbaikan struktural, terutama terkait SDM, harus menjadi perhatian utama ke depan. (ADV/DPRD Balikpapan)













