Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Kemampuan kader Posyandu dalam berkomunikasi dan memberikan edukasi kesehatan kini menjadi perhatian utama Puskesmas Graha Indah. Bagi para kader yang setiap bulan berhadapan langsung dengan masyarakat, kemampuan menyampaikan informasi secara jelas dan ramah menjadi fondasi penting dalam mendukung upaya promotif dan preventif di wilayah mereka.
Penanggung jawab Posyandu, Hana Ike D, menjelaskan bahwa penilaian kader tidak lagi hanya menyoroti aspek teknis, tetapi juga bagaimana mereka berinteraksi dengan warga.
“Kader harus mampu memberikan penyuluhan yang benar, ramah, dan mudah dipahami, terutama untuk kelompok sasaran seperti ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Proses evaluasi dilakukan secara bertahap, mulai dari pre-test dan post-test, hingga observasi langsung di lapangan. Melalui pendekatan ini, Puskesmas dapat melihat bagaimana pengetahuan kader diterapkan dalam situasi nyata, termasuk saat mereka menjelaskan gizi balita, mengedukasi ibu hamil, atau memberikan pengarahan kepada orang tua terkait tumbuh kembang anak.
Selain kemampuan komunikasi, penilaian juga mencakup keterampilan teknis seperti pengukuran antropometri, kemampuan mendeteksi dini masalah gizi, serta pengetahuan mengenai tanda bahaya pada ibu hamil dan balita.
Semua aspek tersebut dinilai menggunakan instrumen standar berupa checklist yang telah ditetapkan agar hasil penilaian lebih objektif dan terukur.
Ketika ditemukan ada kader yang masih membutuhkan penguatan keterampilan, Puskesmas tidak hanya memberikan catatan evaluasi, tetapi juga langsung menyiapkan pendampingan intensif dan pelatihan lanjutan.
Langkah ini diambil untuk memastikan setiap kader merasa didukung dan mampu berkembang, bukan sekadar dinilai.
Upaya berkelanjutan ini diharapkan membuat layanan Posyandu semakin berkualitas, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Puskesmas Graha Indah meyakini bahwa kader yang terlatih dengan baik bukan hanya menjadi pelaksana kegiatan kesehatan di lapangan, tapi juga menjadi sahabat sekaligus sumber informasi terpercaya bagi warganya. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)







