Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Informasi wisata tidak lagi dibagikan lewat brosur, tetapi lewat perjalanan pertama tamu saat meninggalkan bandara. Itulah gagasan Disporapar Kota Balikpapan yang ingin mengubah driver online menjadi pengenalan destinasi berjalan, lengkap dengan akses barcode di kendaraan roda dua dan roda empat.
Kepala Disporapar Kota Balikpapan, C.I. Ratih Kusuma, menyebut inovasi ini sebagai langkah promosi paling dekat dengan pola kedatangan wisatawan. Begitu penumpang duduk di ojek atau mobil online, informasi wisata langsung ada dalam genggaman, tanpa perlu bertanya ke mana harus pergi duluan.
“Ke depan, saya ingin semua driver online, roda dua dan roda empat, ikut ambil peran. Kalau perlu, masing-masing kendaraan kami pasangi barcode. Tamu baru duduk, baru buka ponsel, langsung bisa scan. Di dalam barcode itu sudah ada daftar destinasi, jarak, harga tiket, jam operasional, semua tinggal dibaca,” ujar Ratih pada Rabu (26/11/2025)
Ratih menjelaskan, mayoritas wisatawan datang melalui Bandara SAMS Sepinggan, lalu mereka segera mencari kendaraan, baik sewa maupun online. Di situlah titik paling strategis untuk memasukkan informasi destinasi.
“Tamu dari bandara pasti cari kendaraan. Mereka sering bingung objekt wisata apa yang dekat, buka jam berapa, atau tiketnya berapa. Lewat scan barcode, semua itu bisa langsung mereka lihat. Kami siapkan agar sekali scan, informasi tentang Balikpapan langsung terbuka, terutama destinasi wisatanya,” katanya.
Sudah Ada, Tinggal Dioptimalkan
Bukan ide yang lahir tiba-tiba. Disporapar sebenarnya sudah punya sistem scan barcode wisata versi digital, hanya saja, dinas belum menggunakannya secara masif. Ratih kini ingin mengubah pemanfaatannya menjadi lebih agresif dan lebih menyasar pengguna pertama: wisatawan yang baru mendarat.
“Selama ini kami pakai materi cetak. Sekarang kami mau versi digital yang bisa diakses kapan saja, dari mana saja. Scan barcode kami itu bisa menunjukkan destinasi terdekat, jaraknya, harga tiket, bahkan estimasi rute. Ini tinggal kami buka lebih luas supaya lebih banyak orang pakai,” jelasnya.
Bagi Disporapar, digitalisasi bukan sekadar format, tapi cara mempercepat keputusan wisatawan. Sekali barcode terbuka, penumpang bisa memilih lokasi yang ingin dikunjungi sebelum kendaraan sampai ke pusat kota.
Kolaborasi Tiga Arah: Driver, Dishub, dan Disporapar
Ratih menilai driver online bukan hanya pasar promosi, tapi mitra baru tata kelola. Disporapar akan kolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), memetakan driver yang siap diajak bekerja bersama, lalu membekali mereka dengan pelatihan dan sosialisasi.
“Kami akan koordinasi lewat Dishub driver mana saja yang bisa kami ajak, kami latih, dan kami beri sosialisasi. Nanti mereka bukan hanya tempel barcode, tapi juga paham cara jelasin fungsi taman, pantai, sport tourism, spot keluarga, dan rute keselamatan di jalan,” katanya.
Ratih bahkan ingin pelatihan driver online masuk ke skema besar pembinaan SDM wisata, sama seperti Pokdarwis, hanya dengan pendekatan berbeda: mitra transportasi wisata.
Sticker Barcode vs. Brosur: Lebih Cepat, Lebih Relevan
Strategi ini juga menjawab perubahan pola interaksi generasi digital. Menurut Ratih, informasi yang menunggu dibawa pulang lewat brosur sering berakhir di tas tanpa dibaca. Sementara barcode di kendaraan muncul tepat pada momen paling tinggi rasa penasaran penumpang.
“Sekarang orang tidak mau lama mencari. Mereka mau cepat memutuskan. Kami mau bantu wisatawan pilih destinasi bahkan saat kendaraan baru keluar dari gate bandara,” kata Ratih.
Impact yang Dibidik: Keramaian Terbagi, Wisata Tumbuh
Disporapar menautkan inovasi ini dengan strategi besar pemerataan keramaian destinasi. Semakin banyak penumpang scan barcode selama perjalanan, semakin cepat mereka tahu bahwa Balikpapan punya banyak pilihan lokasi, tidak hanya di pusat kota, tetapi juga di Balikpapan Timur, Balikpapan Selatan pinggir pantai, dan wilayah utara yang terus berkembang.
Dengan menempatkan barcode di kendaraan online, Disporapar tidak hanya mempromosikan ikon wisata, tetapi juga membangun rute pengenalan yang berlapis, cepat, dan setia menemani perjalanan pertama.
Balikpapan kini mengenalkan dirinya bukan lewat selembar kertas, tetapi lewat kursi penumpang, layar ponsel, dan satu scan sederhana yang membuka seluruh cerita Kota Minyak. (yad/ADV/DPOP Balikpapan)







