Kasus Diabetes di Graha Indah Capai 431 Pasien, Puskesmas Perkuat Upaya Pengendalian

banner 728x250

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Jumlah kasus Diabetes Mellitus (DM) di wilayah kerja Puskesmas Graha Indah kembali menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data P-Care BPJS, pada tahun 2025 tercatat 431 pasien yang hidup dengan diabetes. Angka ini naik dari 387 kasus pada tahun sebelumnya.

Penanggung jawab program Diabetes, dr. Rima Rovanne W, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut bukan hanya angka statistik, tetapi mencerminkan tantangan kesehatan masyarakat yang semakin nyata. Kelompok usia 45–54 tahun menjadi penyumbang kasus terbanyak.

“Ada kecenderungan peningkatan setiap tahun, terutama pada kelompok usia produktif. Mereka masih aktif bekerja dan beraktivitas, tetapi sering kali kurang memperhatikan pola makan dan aktivitas fisik,” ungkap dr. Rima, Rabu (26/11/2025)

Meski begitu, ia menilai bahwa kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri semakin membaik. Banyak pasien yang datang secara sukarela untuk melakukan pemeriksaan rutin dan memantau kondisi kesehatannya.

Puskesmas Graha Indah sendiri menyediakan layanan pemantauan kesehatan secara berkala, mulai dari pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), Gula Darah Puasa (GDP) hingga pemeriksaan HbA1c setiap enam bulan sekali. Saat ini, sekitar 86 persen pasien tercatat rutin melakukan kontrol bulanan.

“Kami sangat menghargai kedisiplinan pasien. Rutin kontrol membantu mencegah kondisi memburuk dan membuat penanganan lebih efektif,” tambahnya.

Dalam upaya mencegah komplikasi, Puskesmas menerapkan protokol penanganan yang komprehensif. Mulai dari penanganan kondisi akut seperti hipoglikemia dan hiperglikemia berat, hingga pengelolaan komplikasi kronis seperti luka kaki diabetik, neuropati, retinopati, nefropati, hingga penyakit kardiovaskular.

Melalui pendampingan yang berkesinambungan, Puskesmas Graha Indah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini, pengelolaan pola hidup sehat, dan kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan.

“Diabetes bisa dikendalikan. Dengan kedisiplinan dan dukungan layanan kesehatan, pasien tetap dapat menjalani hidup yang produktif dan berkualitas,” pungkas dr. Rima. (yud/ADV/Dinkes Balikapapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *