Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Sorak kemenangan kontingen Kota Balikpapan menggema di Benuo Taka. Setelah dua tahun silam hanya berada di posisi runner-up pada POPDA XVI Kaltim, kini Balikpapan berhasil naik ke puncak podium dan menyandang gelar Juara Umum POPDA XVII Kalimantan Timur 2025, menaklukkan dominasi tuan rumah sekaligus rival kuat, Kota Samarinda.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan, C.I Ratih Kusuma, menilai prestasi ini bukan buah keberuntungan, melainkan hasil dari orkestrasi pembinaan atlet yang terstruktur, disiplin, dan penuh pendampingan. Dalam sesi wawancara di Penajam, Ratih menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas dukungan lintas elemen.
“Saya atas nama Disporapar mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Balikpapan, khususnya kepada Wali Kota Balikpapan dan seluruh jajaran, juga para Ketua Cabang Olahraga, pengurus, atlet, pelatih, official, hingga masyarakat yang memberi dukungan. Kemenangan ini membuktikan persiapan kami benar-benar matang,” ujar Ratih pada Jumat (28/11/2025).
Menurutnya, persiapan dimulai jauh hari, melalui seleksi atlet di masing-masing cabang olahraga (cabor), kemudian dilanjutkan dengan asistensi penetapan atlet dan pelatih yang akan diberangkatkan. Fondasi ini diperkuat lewat program “Balikpapan Juara”, sebuah agenda pelatihan intensif berbasis strategi dan mental.
“Kami mengundang pelatih untuk menyusun strategi kemenangan, memberikan motivasi langsung kepada atlet, menyalurkan kostum defile, uang saku, hingga kostum pertandingan. Kami juga memfasilitasi survei venue di PPU jauh-jauh hari – agar atlet bisa ditempatkan di venue yang tepat, sesuai kondisi fasilitas dan penginapan, termasuk koordinasi transportasi dan makanan. Semua benar-benar kami kawal, saya sendiri yang mengawal,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterbatasan fasilitas di PPU menjadi tantangan tersendiri. Namun, berbekal survei dan pemetaan venue, puskesmas pembinaan, hingga koordinasi RT dan official, Disporapar membagi atlet ke beberapa titik penginapan strategis yang paling dekat dengan arena tanding. Tujuannya hanya satu: menghapus hambatan non-teknis sehingga atlet bisa fokus berlaga dan tampil dengan performa terbaik.
“Saya kawal semua proses itu. Kemenangan ini membuktikan bahwa mereka mampu dan memberikan performance terbaik. Ini kemenangan kolektif, kemenangan pembinaan,” tegasnya.
Perolehan Juara Umum ini juga menjadi pembuktian target yang dicanangkan dua tahun lalu. Pada POPDA XVI Kaltim, Balikpapan berada di juara dua, sementara Kota Samarinda menjadi kampiun. Hal itu memantik ambisi baru di Disporapar Balikpapan.
“Dua tahun lalu kami juara dua, Samarinda yang pertama. Makanya target saya saat itu: Balikpapan harus juara, harus rebut Juara Umum. Dan alhamdulillah, target itu terjawab. Atlet dan pelatih kami membuktikannya di lapangan,” ungkap Ratih penuh rasa bangga.
POPDA XVII Kaltim 2025 menjadi batu loncatan penting bagi ekosistem olahraga pelajar Balikpapan. Ratih percaya, konsistensi pembinaan sejak seleksi, asistensi, pelatihan strategi, penguatan mental, hingga dukungan kebutuhan dasar atlet adalah formula yang layak terus dilanjutkan.
Kemenangan ini bukan sekadar medali dan piala, tetapi penegasan identitas Kota Balikpapan sebagai lumbung atlet pelajar berkarakter juara, sekaligus pesan membangun bahwa dukungan pemerintah dan masyarakat mampu mengangkat potensi anak muda Kaltim ke level tertinggi.
Dengan piala bergenggaman, langkah Balikpapan kini menatap pembinaan berkelanjutan dan regenerasi atlet berikutnya. POPDA selesai, tapi api prestasi pelajar Balikpapan baru saja menyala lebih besar. (yad/ADV/DPOP Balikpapan)







