Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Ketua DPD I Prosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis Indonesia Kalimantan Timur, Adam Dustin Bhakti, menyebut pihak pengelola dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melakukan penyesuaian menu seiring dimulainya kembali aktivitas sekolah di wilayah Kalimantan Timur.
Ia menjelaskan, menu yang sebelumnya disajikan dalam bentuk makanan siap santap kini diganti dengan menu kering yang lebih praktis dan tahan lama. Kebijakan ini dilakukan agar makanan dapat dibawa pulang oleh para siswa.
“Per hari ini anak sekolah sudah masuk. Kami dari pengelola dapur MBG melakukan penyesuaian menu. Yang sebelumnya menu rumahan, sekarang menjadi menu kering kemasan sehat,” ujarnya ditemui di Dapur MBG Balikpapan Selatan pada Senin (23/2/2026).
Menu kering tersebut dipilih karena mampu bertahan antara delapan hingga dua belas jam. Beberapa contoh makanan yang dibagikan antara lain telur puyuh, biskuit tinggi protein, susu, serta buah-buahan seperti kurma. Menurut Adam, menu tersebut juga disesuaikan dengan permintaan pihak sekolah agar dapat dibawa pulang oleh siswa sebagai bekal berbuka puasa.
Selain menyasar sekolah-sekolah, program MBG juga difokuskan kepada kelompok 3B, yakni balita, ibu menyusui, dan ibu hamil. Penyaluran bantuan gizi tersebut dilakukan melalui posyandu di berbagai lingkungan masyarakat.
“Satu posyandu biasanya membawahi beberapa RT. Menu yang dibagikan juga sama, yaitu menu kering yang praktis,” jelasnya.
Dari sisi pembiayaan, Adam menegaskan tidak ada perbedaan dengan menu sebelumnya. Seluruh pengelolaan anggaran telah memiliki standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional dan wajib dipatuhi oleh seluruh pengelola dapur.
Ia menambahkan, setiap dapur MBG juga mendapat pendampingan langsung dari Badan Gizi Nasional. Dalam operasionalnya, terdapat tiga petugas yang ditempatkan di setiap dapur, yakni kepala dapur, akuntan, serta ahli gizi yang bertugas memastikan kualitas menu.
“Setiap menu yang akan dikeluarkan harus mendapatkan persetujuan dari ahli gizi,” katanya.
Adam juga memastikan ketersediaan bahan baku di Balikpapan masih aman. Hal ini didukung oleh kerja sama dengan para pemasok lokal yang telah berkomitmen untuk mendukung program tersebut dalam jangka panjang.







