Lintaskaltim.com, BERAU — Keamanan anak-anak saat menikmati masa liburan menjadi perhatian serius bagi kalangan legislatif di Bumi Batiwakkal.
Maraknya insiden yang menimpa wisatawan anak-anak memicu peringatan keras akan pentingnya kewaspadaan di ruang terbuka.
Kejadian tragis tersebut menjadi potret nyata adanya risiko besar di balik kegembiraan berlibur keluarga.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, meminta para orang tua untuk tidak lengah memantau anak.
Pengawasan ketat sangat diperlukan terutama saat berada di destinasi wisata alam yang memiliki risiko tinggi.
Orang tua wajib memastikan setiap pergerakan buah hati mereka tetap dalam jangkauan pandangan yang aman.
“Ya harapan kita orang tua kalau mengajak berlibur anaknya diawasi,” ungkap Sumadi.
Tak hanya pengawasan keluarga, Sumadi mendorong adanya penguatan sistem keamanan di tingkat perkampungan serta daerah rawan bencana.
Langkah antisipasi menyeluruh harus dilakukan untuk memastikan keselamatan pengunjung dari berbagai ancaman di lapangan.
Hal ini mencakup gangguan satwa liar yang dapat membahayakan keselamatan nyawa para wisatawan.
“Bagaimana keamanan juga ditingkatkan, dimitigasi daerah-daerah yang rawan bencana, termasuk hewan buas dan sebagainya,” ujarnya.
Upaya mitigasi ini dinilai sangat mendesak agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan di seluruh objek wisata di Kabupaten Berau.
Sumadi menekankan, potensi pariwisata Berau yang besar harus dibarengi dengan standar keamanan yang sangat tinggi.
Jaminan keselamatan bagi wisatawan adalah faktor utama yang menentukan keberlanjutan sektor pariwisata ke depannya.
Jika sebuah lokasi terbukti aman, maka minat kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara akan terus meningkat.
Sinergi antara pengelola wisata dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam melengkapi berbagai fasilitas keamanan pendukung.
Detail pengawasan harus menjadi prioritas utama dalam setiap rencana pengembangan destinasi wisata di masa depan.
“Pengawasannya yang ke depan perhatiannya lebih ditingkatkan, mengajukan ke pemda apa-apa yang diperlukan,” pungkasnya. (ADV/DPRD BERAU)













