Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kalimantan Timur kian menunjukkan pola yang semakin canggih. Dalam pengungkapan 11 kasus sepanjang Maret 2026, Polda Kaltim menemukan berbagai modus baru yang digunakan pelaku untuk mengakali sistem distribusi.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim, Bambang Yugo Pamungkas, mengungkapkan salah satu modus yang paling mencolok adalah penggunaan puluhan barcode berbeda untuk melakukan pembelian BBM di SPBU.
“Dari hasil penyelidikan, kami menemukan sebanyak 67 barcode yang digunakan secara bergantian. Ini dipadukan dengan pergantian plat nomor kendaraan untuk menghindari pembatasan pembelian,” ujarnya dalam rilis di Rupatama Polda Kaltim, Selasa (7/4/2026).
Tak hanya memanipulasi sistem digital, para pelaku juga memodifikasi kendaraan guna meningkatkan kapasitas angkut BBM. Di wilayah Berau, misalnya, sebuah dump truck ditemukan telah dimodifikasi dengan tangki khusus yang mampu menampung hingga 240 liter, jauh di atas kapasitas normal sekitar 140 liter.
Selain itu, pelaku juga menjalankan modus melangsir BBM secara berulang dalam jumlah kecil. Aktivitas ini dilakukan berkali-kali untuk menghindari kecurigaan petugas SPBU, sebelum akhirnya dikumpulkan dalam jumlah besar di lokasi tertentu.
“BBM yang sudah terkumpul kemudian disimpan di gudang, bahkan di area terpencil seperti hutan, sebelum dijual kembali secara ilegal,” jelas Bambang.
Polda Kaltim menilai, pola ini menunjukkan bahwa praktik penyalahgunaan BBM subsidi tidak lagi dilakukan secara sederhana, melainkan telah berkembang menjadi lebih terstruktur dan sistematis.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa 5.280 liter BBM subsidi yang terdiri dari pertalite dan solar, delapan unit kendaraan roda empat, serta berbagai alat yang digunakan untuk mendukung praktik ilegal tersebut.
Meski berbagai modus telah terungkap, polisi memastikan penyelidikan masih terus dikembangkan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik distribusi BBM ilegal ini.
Polda Kaltim juga mengimbau pengelola SPBU agar lebih waspada terhadap pola pembelian yang mencurigakan, terutama kendaraan yang berulang kali melakukan pengisian dengan cara yang tidak wajar.
“Modus semakin canggih, поэтому pengawasan juga harus ditingkatkan. Kami minta semua pihak ikut berperan dalam mencegah penyalahgunaan BBM subsidi,” pungkasnya. (yud)







