DPRD Berau Dukung Pembatasan Media Sosial bagi Anak, Arman Nofriansyah: Lindungi Mental Generasi Muda

Lintaskaltim.com, BERAU — Pengawasan orang tua kini menjadi faktor paling krusial di tengah kebijakan pemerintah membatasi akses media sosial anak. 

Rencana pemerintah pusat menonaktifkan platform digital bagi anak di bawah umur mendapat dukungan penuh dari DPRD Berau. 

Langkah strategis ini dinilai perlu dikawal secara serius oleh seluruh jajaran pemerintah daerah di Bumi Batiwakkal.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, menilai kebijakan ini sangat penting untuk melindungi kesehatan mental anak-anak.

Paparan konten negatif di era digital yang semakin mudah diakses dikhawatirkan merusak perkembangan psikologis generasi muda. 

Tanpa adanya pengawasan memadai, media sosial berpotensi memberikan pengaruh buruk terhadap perilaku anak sehari-hari.

“Ini langkah yang patut dikawal bersama. Tujuannya jelas, melindungi kondisi mental generasi kita dari bahaya konten merusak,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Meski mendukung kebijakan tersebut, Arman menegaskan bahwa pembatasan akses saja tidak akan pernah cukup. 

Peran orang tua tetap menjadi kunci utama dalam mengawasi sekaligus membimbing anak saat berinteraksi di dunia maya. 

Pemerintah dan keluarga harus saling bersinergi dalam menciptakan lingkungan digital yang sehat bagi pertumbuhan buah hati.

Menurutnya, aktivitas anak di media sosial harus terpantau dengan baik agar tidak melenceng dari nilai-nilai positif. 

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjadi aturan formal, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menjaga moral generasi bangsa.

“Bukan sekadar soal dilarang atau tidak. Yang terpenting bagaimana aktivitas anak di media sosial bisa dipantau,” tambahnya.

Lebih lanjut, Arman memberikan catatan kritis agar penerapan kebijakan ini tidak dilakukan secara berlebihan di lapangan.

Fokus utama seharusnya terletak pada pengawasan kualitas konten, bukan sekadar membatasi akses terhadap kemajuan teknologi. 

Jika dimanfaatkan secara bijak, media sosial sebenarnya dapat menjadi sarana pembelajaran yang sangat efektif bagi anak.

Ia mengingatkan agar kebijakan pembatasan tidak membuat generasi muda Berau menjadi tertinggal dalam perkembangan teknologi global. 

Literasi digital yang baik harus tetap diberikan agar mereka bisa memilah informasi secara mandiri dan bertanggung jawab.

“Jangan sampai pembatasan ini justru membuat anak-anak kita gagap teknologi dan kehilangan akses informasi penting,” pungkasnya. (ADV/DPRD BERAU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *